- Salah satu komponen yang sering luput dari perhatian adalah transmisi otomatis. Padahal, bagian ini berperan besar dalam kenyamanan dan kelancaran berkendara. Kepala Bengkel Astra Peugeot Surabaya Mohan Kurniawan menjelaskan, di dalam girboks transmisi otomatis, gesekan antar komponen akan menghasilkan serpihan logam halus atau gram. Jika dibiarkan menumpuk, endapan tersebut dapat mengganggu kinerja transmisi, membuat perpindahan gigi terasa kurang responsif, hingga menurunkan kenyamanan saat mengemudi. Perawatan transmisi otomatis umumnya dilakukan dengan mengganti oli sesuai interval yang dianjurkan pabrikan. Namun, pada kondisi tertentu, penggantian oli saja belum tentu cukup sehingga perlu di-flush. Transmisi matik “Penggantian oli transmisi secara reguler terkadang belum mampu membersihkan sisa gram yang mengendap di dalam girboks," ujar Mohan, dalam keterangan resmi, Kamis (8/1/2026). "Karena itu dibutuhkan proses flushing atau pembersihan menyeluruh agar ruang kerja transmisi benar-benar bersih dan performanya kembali maksimal,” katanya. Mohan menambahkan, proses flush transmisi otomatis menjadi salah satu perawatan penting, terutama untuk mobil yang sudah digunakan dalam waktu lama. Pada penggantian oli biasa, volume oli yang terganti umumnya hanya sekitar 4 liter, yakni oli yang berada di bak penampungan. Bengkel Peugeot Sementara itu, proses flush transmisi menggunakan alat khusus yang mampu menguras oli secara menyeluruh hingga sekitar 8 liter. Proses ini mencakup oli yang tersimpan di dalam torque converter serta saluran internal girboks. “Dengan proses flush, pelumas lama yang sudah terkontaminasi benar-benar terkuras, termasuk gram yang menempel di dasar dan komponen internal gearbox,” kata Mohan. “Hasilnya, transmisi menjadi lebih bersih dan responsnya kembali optimal,” kata Mohan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang