Saat ini mobil bertransmisi otomatis makin digemari di Indonesia. Alasannya karena lebih praktis, nyaman, dan tidak bikin pegal pegal ketika terjebak kemacetan di Ibukota. Jenis transmisi otomatis di pasaran cukup beragam, namun ada tiga yang paling dikenal, mulai dari konvensional (Automatic Transmission/AT), Dual Clutch Transmission (DCT), hingga Continuously Variable Transmission (CVT). Dari ketiga jenis transmisi tersebut, ternyata ada satu jenis transmisi yang paling sering bikin pemilik mobil harus bolak-balik ke bengkel, yakni CVT. Eddy Handoko Wijaya, pemilik bengkel spesialis transmisi otomatis Bos Matic, mengatakan, CVT jadi transmisi yang paling sering masuk bengkel karena keluhan dari pemilik kendaraan. “CVT yang paling sering. Biasanya kerusakan pertama sering bunyi. Gearbox-nya bermasalah, bunyi,” ujar Eddy, saat ditemui Kompas.com, Senin (27/10/2025). Tombol pengunci atau release button di tuas transmisi matik Eddy menjelaskan, gejala awal kerusakan CVT biasanya ditandai suara aneh atau dengungan dari area transmisi. Kalau sudah begini, kemungkinan besar komponen di dalam gearbox sudah mulai aus atau rusak. Namun, bukan hanya itu. Ia menambahkan, tanda lain yang juga sering dikeluhkan pengemudi adalah tenaga mobil yang terasa tidak seimbang dengan putaran mesin. “Kedua, tenaganya dengan RPM enggak sesuai. RPM tinggi, tapi tenaganya pelan, lemot. Karena mungkin slip CVT-nya atau mungkin bermasalah dengan pressure olinya. Jadi sering lemot,” kata Eddy. Masalah ini biasanya muncul karena slip pada sabuk baja (steel belt) atau gangguan tekanan oli yang berfungsi mengatur rasio transmisi. Jika tekanan oli tidak sesuai, maka sistem CVT tidak bisa bekerja dengan optimal, sehingga tenaga mesin tidak tersalurkan dengan baik ke roda. Meski terbilang rentan, transmisi CVT tetap bisa awet apabila dirawat dengan benar. Salah satunya dengan rutin mengganti oli CVT sesuai jadwal. Dengan perawatan rutin, risiko kerusakan bisa ditekan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.