Populasi motor bebek di jalanan saat ini memang sudah tergeser oleh dominasi skutik. Kendati demikian, ketangguhan, kepraktisan, serta kemudahan perawatannya membuat motor jenis ini tetap memiliki basis penggemar setia. Menariknya, arah modifikasi motor bebek belakangan ini tidak lagi didominasi oleh perombakan tampilan yang ekstrem maupun aliran balap. Sebagian besar pemilik bersama bengkel modifikasi justru kini menyasar jalur restorasi. Alhasil, kendati usianya tak lagi muda, kondisi fisik dan mesin motor dikembalikan secara detail layaknya baru saja keluar dari pabrikan. Pesona bebek bekas di BBQ Ride Kembali Standar Pemilik bengkel spesialis Danne Motor, Danny, mengungkapkan bahwa proyek motor bebek yang ditanganinya saat ini berfokus pada pengerjaan restorasi motor bebek klasik, seperti Honda C800. “Ini sekarang lagi restorasi motor bebek lama, C800. Cari part-nya aja sih yang jadi kesulitan, bodi terutama. Kalau part mesin masih ada persamaan,” ujar Danny kepada Kompas.com, Rabu (9/9/2026). Danny menjelaskan, kendala utama dalam merestorasi motor bebek lawas memang terletak pada pencarian suku cadang bodi orisinal. Proses perburuannya terbilang lambat dan butuh kesabaran ekstra karena ketersediaannya yang langka. Berburu Bodi Orisinal Pengalaman serupa dirasakan oleh Product Expert Digioto, Liongky. Di bengkelnya, proyek motor bebek terbilang jarang, namun saat ini pihaknya sedang menggarap restorasi satu unit Honda Supra X 125 hingga kembali ke spesifikasi standar. “Jarang bebek, itu kita sedang kerjain restorasi Supra X 125. Kembali ke full standard,” kata Liongky. Menurut Liongky, pencarian komponen mesin motor bebek di Indonesia relatif jauh lebih mudah dibandingkan dengan komponen bodi. Khusus pabrikan Honda, suku cadang bodi orisinal tidak hanya langka, tetapi juga dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Honda Supra X 125 hasil restorasi “Tentu di Indonesia part mesin lebih mudah dicari daripada bodi. Seperti Honda saja susah dan mahal untuk bodi,” ucap Liongky. Kondisi ini terbilang berbeda jika dibandingkan dengan merek lain seperti Yamaha, yang pasokan komponen bodinya relatif lebih mudah didapat dengan harga terjangkau. Bahkan, pencarian hingga ke jaringan diler resmi Honda pun belum tentu membuahkan hasil. “Di dilernya juga, kita sampai cari ke diler Honda dan susah buat dapat bodinya. Seakan-akan uang itu enggak cukup untuk dapatkan part bodi (original) Honda,” kata Liongky.