Tren modifikasi skuter matik (skutik) di Indonesia belakangan ini mengalami pergeseran arah. Jika sebelumnya banyak pemilik motor mengejar tampilan semata, kini performa menjadi pertimbangan saat memutuskan bagian mana yang akan di-upgrade terlebih dahulu. Hal tersebut disampaikan oleh Bara, salah satu mekanik dari bengkel Modifikasi Ori, saat berbicara mengenai tren modifikasi skutik yang paling banyak diminati konsumen saat ini. Customaxi Yamaha 2026 CVT Masih Jadi Andalan Menurut Bara, upgrade pada sistem Continuously Variable Transmission (CVT) atau yang biasa disebut "full kirian" masih menjadi pilihan paling umum di kalangan konsumen. Komponen yang biasanya diganti antara lain puli, roller, mangkok kopling, mangkok ganda, kampas ganda, hingga per CVT dan per sentrifugal. "Itu tuh biasanya yang paling sering," ujar Bara kepada Kompas.com, Selasa (8/9/2026). Selain sektor CVT, modifikasi untuk keperluan gaya juga tak kalah diminati. Bara menyebut master rem dan sokbreker sebagai dua komponen yang paling banyak divariasikan, ditambah dengan aksesori seperti hand grip. Namun, Bara menegaskan bahwa modifikasi tersebut kini tidak lagi sekadar soal tampilan. Penggantian rem standar berjenis aksial menjadi radial disebut mampu meningkatkan daya cengkeram pengereman secara signifikan. Braket disc brake dan kaliper kit Vario XMAX: Rem dan Lampu LED Jadi Sorotan Tren serupa juga terlihat pada segmen motor berkapasitas mesin lebih besar. Danny, pemilik bengkel Danne Motor, mengungkapkan bahwa Yamaha XMAX menjadi salah satu model yang paling banyak dimodifikasi belakangan ini. Menurut Danny, dua area yang paling banyak disentuh konsumen adalah sistem pengereman dan pencahayaan. "XMAX nih lagi ramai. Kebanyakan upgrade pengereman, terus part-part lampu LED," ujar Danny. Tampilan Masih Jadi Prioritas Utama Liongky, Product Expert dari Digioto, menyebut bahwa mayoritas konsumen sebenarnya masih mengejar tampilan ketimbang performa murni. "Yang masih, sekitar 70 persen itu lebih ke tampilan. Lampu belakang, lampu-lampu RGB, pelek, terus ada juga yang kenyamanan dari segi kaki-kaki sokbreker," ujar Liongky. Menurutnya, komponen seperti lampu belakang, lampu RGB, dan pelek menjadi incaran utama untuk mempercantik tampilan motor, sementara upgrade sokbreker lebih banyak dipilih demi kenyamanan berkendara sehari-hari. Kendati demikian, Liongky mengakui ada pula bagian eksterior yang menggabungkan unsur performa sekaligus estetika, salah satunya master rem. Komponen dengan model tabung reservoir terpisah dinilai memberikan tampilan yang lebih menarik di mata konsumen. "Terus bagian-bagian luar yang ada performance dan menunjang penampilan kayak master rem. Kan kalau model tabung pisah kelihatan bagus," katanya. Terlihat bahwa tren modifikasi skutik saat ini berjalan pada dua arah yang saling melengkapi. Sebagian konsumen mengejar performa lewat upgrade CVT dan sistem pengereman, sementara sebagian besar lainnya tetap mengutamakan tampilan melalui lampu, pelek, dan kaki-kaki. Menariknya, komponen seperti master rem kini menjadi titik temu keduanya, karena mampu menghadirkan performa sekaligus nilai estetika dalam satu paket modifikasi.