Pengemudi mungkin sudah tidak asing dengan lampu yang berada di bagian belakang mobil. Ada lampu berwarna merah yang menyala ketika lampu utama diaktifkan, ada pula lampu yang menjadi lebih terang ketika pedal rem diinjak. Keduanya sering kali dianggap sebagai lampu yang sama. Padahal, lampu belakang atau tail light dan lampu rem yaitu brake light memiliki fungsi yang berbeda. Dilansir dari carfromjapan, masing-masing lampu dirancang untuk memberikan informasi tertentu kepada pengguna jalan lain. Lampu rem belakang mobil Lampu Rem Lampu rem merupakan perangkat keselamatan yang berfungsi memberikan tanda kepada pengemudi di belakang ketika mobil sedang mengurangi kecepatan atau berhenti. Lampu ini akan menyala ketika pengemudi menginjak pedal rem. Intensitas cahayanya dibuat lebih terang dibandingkan lampu belakang agar lebih mudah menarik perhatian pengemudi lain. Bayangkan jika mobil di depan melakukan pengereman, tetapi lampu remnya tidak berfungsi. Pengemudi di belakang bisa terlambat mengetahui bahwa kendaraan di depannya sedang mengurangi kecepatan. Kondisi tersebut tentu dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan, terutama ketika kendaraan melaju dalam jarak berdekatan. Karena itu, kondisi lampu rem perlu diperiksa secara berkala. Lampu yang redup, mika yang kotor, kabel bermasalah, atau komponen lampu yang rusak dapat membuat sinyal pengereman tidak terlihat dengan jelas. Lampu rem motor dari X Vision Selain dua lampu rem yang berada di sisi kanan dan kiri, mobil juga umumnya memiliki lampu rem ketiga yang disebut center high mount stop lamp (CHMSL). Posisinya berada lebih tinggi, biasanya di bagian tengah belakang mobil. Lampu ini berfungsi memberikan sinyal tambahan kepada pengemudi di belakang ketika mobil melakukan pengereman. Penempatannya yang lebih tinggi membuat lampu tersebut tetap mudah terlihat, termasuk ketika pandangan ke lampu rem kanan dan kiri terhalang kendaraan lain. Lampu belakang Berbeda dengan lampu rem, lampu belakang berfungsi untuk menunjukkan keberadaan kendaraan kepada pengguna jalan lain, terutama ketika kondisi sekitar gelap atau jarak pandang terbatas. Lampu belakang biasanya menyala bersamaan dengan lampu utama ketika pengemudi menyalakan sistem pencahayaan kendaraan. Lampu belakang Xiaomi YU7 Cahaya lampu belakang dibuat lebih redup dibandingkan lampu rem. Hal ini karena lampu tersebut tidak digunakan untuk memberikan tanda bahwa kendaraan sedang mengerem, melainkan sebagai penanda posisi dan keberadaan mobil. Ketika malam hari, misalnya, pengemudi di belakang dapat mengetahui keberadaan mobil di depannya melalui lampu belakang yang menyala. Lampu belakang juga membantu kendaraan tetap terlihat ketika kondisi jalan berkabut, hujan, atau minim pencahayaan. Lampu rem lebih terang Lampu belakang dibuat menyala dengan intensitas lebih rendah agar dapat memberikan tanda keberadaan kendaraan tanpa menyilaukan pengemudi di belakang. Sementara itu, lampu rem harus lebih terang agar perubahan kondisi kendaraan dapat segera diketahui oleh pengemudi di belakang. Lampu belakang mobil Perbedaan tingkat kecerahan juga memiliki alasan keselamatan. Ketika pedal rem diinjak, cahaya yang lebih terang menjadi tanda bahwa kendaraan sedang memperlambat laju atau berhenti. Pakai bohlam yang sama? Pada sejumlah mobil, lampu belakang dan lampu rem berada dalam satu rumah lampu atau housing. Namun, fungsi keduanya tetap berbeda. Ada pula mobil yang menggunakan bohlam terpisah untuk lampu belakang dan lampu rem. Ada pula yang menggunakan satu bohlam dengan dua tingkat intensitas cahaya. Pada sistem seperti ini, ketika lampu belakang menyala, cahaya yang dihasilkan lebih redup. Saat pedal rem diinjak, intensitas cahaya meningkat sehingga berfungsi sebagai lampu rem. Jadi, meski secara fisik bisa berada dalam satu rumah lampu atau bahkan menggunakan satu bohlam, fungsi lampu belakang dan lampu rem tetap berbeda.