Di media sosial viral video detik-detik mobil hampir menabrak truk dari belakang. Pasalnya, truk yang berjalan lebih lambat di lajur tengah itu tidak terlihat sama sekali di tol yang gelap gulita. Truk itu tidak dilengkapi dengan lampu belakang.Dari kejauhan, truk itu tidak kelihatan karena tak ada lampu belakang. Untungnya, pengendara mobil itu mendapat peringatan dari sistem ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) dan mampu bermanuver menghindarSaat sedang melaju di lajur dua Tol Jakarta-Cikampek arah Jawa Tengah, pengendara itu tiba-tiba mendapat bunyi peringatan dari sistem ADAS mobilnya. Setelah mendekat, ternyata di depannya ada truk yang melintas tanpa penerangan lampu belakang. Dari jauh, truk tanpa lampu belakang itu tidak kelihatan sama sekali. Mobil tersebut langsung banting setir ke lajur kanan. Untungnya mobil tetap stabil tanpa terjadi kecelakaan. Pengendara mobil langsung membunyikan klakson panjang untuk memberikan peringatan kepada sopir truk itu."Lokasi tol cikampek arah ke jawa, truk bermuatan tidak ada lampu menyala sama sekali pada malam hari pukul 21.00, alhamdulillah sensor adas dan tcs nya palisade bekerja dengan baik ngebantu banget, saya sampe gemeter dada sakit dan masih shock," demikian dikutip dari akun Instagram dashcamindonesia.[Gambas:Instagram]Kondisi jalanan dalam video itu gelap total. Tampak jalan tol tersebut tidak dilengkapi dengan lampu jalan. Kenapa beberapa jalan tol tak dilengkapi lampu jalan?Dikutip dari situs resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terpasang di Jalan Tol telah disesuaikan dengan Standard International Road Design. Penerangan jalan ini berguna sebagai lampu penerangan pada beberapa area Jalan Tol.Berdasarkan Standard International Road Design, pemasangan lampu penerangan tersebut dipasang hanya pada lokasi tertentu. Lampu di jalan tol tersedia di daerah-daerah rawan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) atau biasa disebut dengan black spot. Selain itu, penerangan jalan dipasang di jalan mendekati area Gerbang Tol, Simpang Susun (Interchange), dan di Tol Dalam Kota.Sementara itu, di jalan tol khususnya jalan tol luar kota biasanya di beberapa lokasi tidak tersedia lampu penerangan jalan. Hal ini sudah sesuai Standard International Road Design. Di luar negeri pun jalan tol luar kota tidak sepanjang jalan tersedia lampu penerangan.Dilansir situs Wonderful Lightning, alasan mengapa jalan tol minim menggunakan lampu penerangan karena tidak adanya pengendara sepeda motor ataupun pejalan kaki. Soalnya, fungsi utama lampu penerangan untuk memberikan visibilitas yang luas ketika berkendara.Perlu diketahui bahwa tingkat kecerahan lampu sepeda motor dengan mobil berbeda. Apabila tidak ada lampu penerangan di jalan raya, pengemudi mobil sulit melihat pengendara sepeda motor dari jarak jauh karena minimnya visibilitas. Hal ini juga berlaku dengan pejalan kaki. Sebab, pejalan kaki lebih sulit terlihat jika berjalan di jalanan yang gelap. Sedangkan di jalan tol, tidak ada pejalan kaki ataupun sepeda motor yang melintas.Mengutip laman Instagram hutamakaryatollroad, dalam perencanaan jalan tol, lampu memang tidak dipasang merata dan hanya ada di titik-titik tertentu. Adapun pemasangan lampu di titik-titik tertentu yang sudah ditentukan tetap mengikuti standar teknis terkait jarak antar tiang. Disebutkan pada jalan tol, standar minimal jarak antar tiang lampu biasanya sekitar 30 meter, dengan tinggi tiang sekitar 12-13 meter. Standar itu harus dipenuhi agar kualitas penerangan cukup untuk memenuhi kebutuhan navigasi. Di sisi lain, faktor biaya juga jadi ikut perhitungan. Itulah sebabnya nggak semua jalan tol punya lampu penerangan."Selain keselamatan, desain penerangan juga mempertimbangkan efisiensi energi dan perawatan. Lampu dipasang secukupnya, tidak berlebihan, tapi juga tidak mengorbankan keamanan," begitu penjelasannya.Tapi, dalam kondisi tol yang tidak ada lampu penerangan jalan ini, truk yang tidak dilengkapi lampu belakang tentu membahayakan pengendara lain. Harusnya di tol yang gelap tidak ada lagi kendaraan tanpa penerangan seperti ini."Kan banyak sekali tabrakan dari belakang tuh. Kita yang di tol, pas kita masuk jalur tengah, apalagi jalur lambat, kita lihat dari jauh kosong nih, malam nih. Ketika pindah lajur, bisa ada truk di tengah itu yang idle, yang lagi jalan tapi lampunya nggak ada.Fakta konsekuensi kecelakaannya tinggi nih, mematikan dalam kecepatan tinggi, 80 (km/jam) tahu-tahu,begitu pindah lajur ada truk nggak pakai lampu atau lampunya kurang terang," kata praktisi keselamatan berkendara sekaligus Instruktur & Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu.