Modifikasi bus hingga saat ini masih menjadi salah satu fenomena yang tak lekang oleh waktu. Kehadiran ragam aksesori, mulai lampu LED, strobo, perangkat audio, hingga klakson basuri, kian mempertegas tren di kalangan penggemar maupun operator armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan pariwisata. Di antara sekian banyak peranti pendukung tampilan dan performa estetika bus, basuri rupanya masih menduduki posisi teratas sebagai aksesori paling diburu di pasaran. Suprapto, pemilik bengkel spesialis aksesori bus Moreno Airhorn di Kawasan Bubulak, Bogor, mengatakan, tingginya minat konsumen terhadap basuri membuat peranti tersebut tetap menjadi menu utama di bengkelnya. Basuri Masih Banyak Dicari "Dari sekian banyak komponen, basuri masih jadi yang paling dicari. Untuk ketersediaannya, kami hanya mengimpor unit utamanya saja dari produsen. Sementara modul controller kami buat dan kembangkan sendiri," ujar Suprapto saat ditemui Kompas.com di Bubulak, Bogor, Selasa (29/9/2026). Suprapto menjelaskan, modul controller rakitannya dirancang khusus agar peranti klakson mampu memainkan beragam variasi nada hingga alunan musik secara presisi. Menariknya, sistem peranti ini telah terintegrasi dengan jaringan nirkabel sehingga dapat dioperasikan langsung melalui perangkat ponsel pintar. "Kami buatkan modul khusus. Jadi cukup satu kali tekan pada tombol kontrol, sistem langsung memutar nada yang sudah diprogram. Semuanya bisa disetel dan dikoneksikan via handphone," kata dia. Ragam pilihan klakson angin telolet di Moreno Airhorn, Bogor Basuri Ternyata Nama Merek Secara teknis, basuri merupakan komponen klakson angin musikal (air horn) yang lazim diaplikasikan pada kendaraan bermotor berdimensi besar seperti bus dan truk. Istilah "Basuri" sendiri mengacu pada nama merek dagang manufaktur komponen otomotif asal India, yakni Basuri Automotive. Mekanisme kerjanya mengandalkan rangkaian enam hingga tujuh terompet klakson angin yang terhubung langsung dengan modul pemroses sinyal digital. Melalui modul tersebut, himpunan terompet mampu mentransmisikan nada tinggi yang teratur hingga membentuk harmoni irama unik, akrab disapa masyarakat dengan sebutan suara telolet. "Makanya di kalangan pencinta bus dan masyarakat luas, klakson jenis ini lebih sering diidentikkan dengan sebutan telolet," pungkas Suprapto.