Maraknya penetrasi mobil listrik (electric vehicle/EV) anyar berharga terjangkau memang mengacaukan pasar otomotif nasional. Meski demikian, tidak semua lini pasar mobil bekas terkena dampak guncangan tersebut. Sejumlah model mobil konvensional berbasis bahan bakar minyak, khususnya yang berada di rentang harga di bawah Rp 200 juta, terbukti tetap mempertahankan daya pikatnya di mata konsumen. Favorit di Bawah Rp 150 Juta Toni, pemilik diler Gabe Mobilindo di Pasar Mobil Kemayoran, mengungkapkan bahwa unit mobil bekas yang paling cepat terserap pasar saat ini berada di kategori harga terjangkau. Deretan mobil bekas di Pasar Mobil Kemayoran "Mobil yang cepat laku itu yang di bawah Rp 100 juta sampai Rp 100 juta kecil," kata Toni kepada Kompas.com, Jumat (25/9/2026). Toni mengambil contoh Toyota Veloz keluaran 2013 yang dibanderol di kisaran Rp 120 jutaan masih memiliki basis peminat yang cukup kuat. Menurutnya, mobil bekas lansiran merek pabrikan Jepang jauh lebih aman dan cepat terserap dibanding merek non-Jepang. "Masih ada sih yang cari kalau Avanza-Veloz. Mobil-mobil yang bukan Jepang yang agak susah," kata Toni. Deretan mobil bekas di Pasar Mobil Kemayoran Mobil Tua Cenderung Stabil dan Teruji Hal senada disampaikan oleh Hendrik, pemilik diler Auto 95. Ia menilai gempuran EV murah tidak terlalu berdampak signifikan pada depresiasi harga mobil bekas berusia tua, khususnya rakitan di bawah tahun 2015. "Justru yang mobil-mobil tua enggak begitu pengaruh. Di bawah 2015 kali ya. Masih oke, ada aja, lumayan banyak yang cari," ujar Hendrik. Hendrik merinci beberapa model yang tergolong tahan banting di pasaran, antara lain Toyota Kijang Innova lansiran 2013 dan Isuzu Panther. Khusus Isuzu Panther, unit bekasnya bahkan menjadi komoditas manis untuk dilempar ke pasar daerah. Deretan mobil bekas di Pasar Mobil Kemayoran "Kijang Innova ini masih dicari, harganya stabil tahun-tahun begini. (Isuzu) Panther lumayan, kita biasa jual ke daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT masih banyak yang cari," kata Hendrik. Selain itu, unit dengan kondisi jarak tempuh rendah (low mileage) seperti Toyota Avanza 2010 dengan angka odometer 40.000 km masih sanggup terserap di angka Rp 100 jutaan kecil. Pada dasarnya, model seperti Toyota Sienta hingga Avanza di bawah Rp 150 juta sampai Rp 200 juta masih sangat potensial. Deretan mobil bekas di Pasar Mobil Kemayoran Faktor kepraktisan, keterjaminan ketersediaan suku cadang, hingga kemudahan perbaikan di sembarang bengkel menjadi alasan utama konsumen tetap memilih mobil konvensional bekas ketimbang memaksakan diri memboyong EV murah. "Kan orang kalau ada budget Rp 200 juta belum tentu beli mobil listrik, takut juga. Kalau mobil kayak Avanza kan sudah terjamin, rusak dikit, mobil mana saja bisa (bisa diperbaiki)," tutur Hendrik. Keunggulan ekosistem perawatan yang matang serta rasa aman terhadap daya tahan kendaraan pada akhirnya menjadi perisai utama bagi mobil bekas legendaris pabrikan Jepang dalam menghadapi arus masif ketersediaan mobil listrik murah di dalam negeri.