Tren penggunaan klakson telolet atau basuri masih cukup diminati di kalangan pengguna bus. Fakta uniknya, permintaan aksesori tersebut ternyata kini lebih banyak datang dari segmen bus pariwisata. Suprapto, pemilik usaha aksesori bus yang dikenal dengan nama Moreno Airhorn, mengatakan, dibandingkan bus angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP), bus pariwisata lebih banyak menggunakan aksesori tersebut. "Kalau yang suka pakai seperti itu, lebih banyak pariwisata," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (29/9/2026). Bus Pariwisata Suprapto menjelaskan, salah satu alasan mengapa bus pariwisata lebih gemar menggunakan klakson telolet lantaran berkaitan dengan pola operasional. Bus pariwisata cenderung lebih sering digunakan saat musim liburan, termasuk ketika memasuki masa libur sekolah. "Kalau AKAP kan rata-rata malam. Jadi jarang yang bunyi ini. Jadi banyak yang ke pariwisata," kata dia. Lebih lanjut, bus pariwisatan perjalanannya cenderung santai, durasi jalannya tidak seketat bus malam, dan sering berhenti di tempat wisata atau rest area. Penggunaan angin untuk klakson relatif tidak mengganggu efisiensi pengereman harian seperti halnya bus AKAP di jalur cepat Warga antusias menyaksikan lomba telolet yang digelar Paguyuban Pelaku Wisata (PPW) Jawa Tengah di The Wujil Resort & Conventions, Jl. Soekarno-Hatta km 25,5 Ungaran, Wujil, Bergas, Semarang, Rabu (12/7/2017). Jadi Daya Tarik Selain itu, pemasangan klakson telolet di bus pariwisata fokus utamanya adalah hiburan dan pengalaman menyenangkan. Menggunakan klakson telolet menjadi nilai tambah atau gimmick daya tarik untuk menggaet penyewa, terutama kelompok sekolah, anak-anak, atau rombongan wisata yang menyukai atmosfer meriah. "Sering kali pemasangan telolet merupakan inisiatif atau modal swadaya dari kru atau pengemudi bus itu sendiri untuk membangun reputasi bus mereka di kalangan pencinta bus," kata Suprapto. Selain basuri, Suprapto juga mengatakan, konsumen bus pariwisata juga banyak mencari aksesori lain, seperti lampu LED dan strobo.