Kebiasaan mengisi daya atau charging power bank menggunakan colokan listrik di dalam bus kerap menjadi pilihan praktis bagi para penumpang saat menempuh perjalanan jauh. Meski telah dihimbau agar penumpang tidak mengisi daya power bank di dalam bus, namun potensi bahaya ini sering kali diabaikan. baru ini viral video bus milik Perusahaan Otobus (PO) Al Hijrah dengan tujuan Padang-Jakarta mengalami korsleting pada bagian kelistrikan saat melintas di kawasan Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Sabtu (22/8/2026) sore. Seperti dikutip dari unggahan akun Instagram matasumbar24jam, korsleting diduga terjadi setelah salah seorang penumpang mengisi daya power bank di dalam bus. Sistem Kelistrikan untuk Daya Rendah Indra Soedjoko, Direktur Utama Karoseri Piala Mas mengatakan, sistem kelistrikan pada bus dirancang untuk kebutuhan operasional kendaraan serta fasilitas standar seperti lampu baca atau pengisian daya ponsel berdaya rendah. Maka dari itu jenis kabel yang digunakan pada instalasi stopkontak penumpang berukuran kecil. " Yang seringkali terjadi kabelnya karena terlalu kecil, akhirnya dibuat ngecharge powerbank ataupun yang lainnya, dimana ngecharge-nya pun juga lama, mengakibatkan kabel pasti panas. Kalau panas, lama kelamahan pasti selang kabelnya yang awalnya terbakar dulu atau terjadi konsleting dulu," katanya kepada Kompas.com, Senin (24/8/2026). Arus listrik yang mengalir terus-menerus pada kabel kecil yang tidak sesuai spesifikasi memicu panas berlebih (overheating), melelehkan pembungkus kabel, dan memicu hubungan arus pendek. colokan usb di bus Baca juga: Jangan Isi Daya Power Bank di Bus Ketika digunakan untuk mengisi daya, terutama untuk perangkat dengan arus besar seperti power bank, sistem kelistrikan pada bus akan menimbulkan beban berlebih. Indra menjelaskan, ketika penumpang nekat mencolokkan power bank, beban arus listrik pada soket melonjak. Kondisi ini berisiko memicu korsleting atau hubungan arus pendek. Panas yang terus-menerus dan terakumulasi ini menjadi ancaman utama yang dapat merusak lapisan pelindung kabel. Maka dari itu Indra memperingatkan agar tidak mengisi daya power bank di dalam bus untuk mencegah potensi terjadinya kebakaran di dalam kabin. "Sebaiknya jangan menggisi daya di dalam kabin bus," pesan Indra.