Salah satu pemicu utama insiden kebakaran bus di jalan raya adalah kebiasaan penumpang mengisi ulang daya power bank menggunakan fasilitas stopkontak yang tersedia di dalam kabin bus. Kapasitas penyimpanan daya yang besar pada power bank membuat perangkat ini menghasilkan panas yang signifikan saat diisi ulang. Saat pengisian daya power bank di bus mengalami kegagalan fungsi, berujung pada korsleting listrik, percikan api, hingga panas ekstrem. Insiden korsleting kelistrikan karena power bank di dalam ruang kabin bus tentu bukan hal sepele. Mengingat material interior bus didominasi oleh bahan sintetis, pemahaman mengenai komponen mana saja yang paling rentan tersulut api menjadi krusial bagi operator maupun penumpang. Percikan Api Pertama Kali Muncul R&D Manager Karoseri Laksana, Kusririn, menjelaskan, kerentanan interior bus sangat dipengaruhi oleh letak infrastruktur kelistrikan atau colokan listrik yang disediakan. "Ya pastinya kalau colokan untuk pengisian daya biasanya di bagian atas di louver AC. Karena kabel sambungan charge ada di situ. Ada juga colokan charge yang ditaruh di dek samping. Di kursi juga bisa ditempatkan, jadi tergantung interaksi antara tempat colokan charge-nya juga," katanya kepada Kompas.com, Senin (25/8/2026). Jika terjadi lonjakan arus pendek (korsleting) akibat penggunaan power bank yang memicu panas berlebih dan menimbulkan percikan api. Meja di sebelah tempat duduk tersedia cup holder dan port USB. Variasi posisi colokan listrik inilah yang membuat potensi sebaran api bisa bermula dari mana saja. Bila posisi colokan ada di atas sejajar dengan louver AC, maka api akan mulai dari bagian atas dekat kepala penumpang, merambat ke dinding samping, hingga langsung membakar area tempat duduk. Kemudian, pelapis dinding kabin umumnya terbuat dari fiberglass atau plastik ABS tipis yang mudah merambatkan api apabila titik pengisian daya di dekatnya mengalami korsleting. Bahaya Mengisi Power Bank di Bus Jika soket pengisian daya diletakkan langsung di bagian kursi penumpang, busa poliuretana dan kain pelapis jok merupakan bahan yang sangat reaktif terhadap api kecil, membuatnya cepat membakar area tempat duduk secara masif. Ririn juga mengimbau kepada penumpang bus agar tidak melakukan pengisian daya power bank demi mencegah risiko korsleting yang berujung pada kebakaran fatal. "Untuk power bank memang tidak dianjurkan atau tidak boleh digunakan pada saat dalam perjalanan ataupun ketika bus berhenti. Pada kasus tertentu bisa memicu lonjakan arus yang berlebih sehingga daya atau arus yang mengalir untuk mengisi power bank jadi besar dan menyebabkan kegagalan jaringan listrik," katanya