Insiden korsleting kelistrikan pada bus Al Hijrah kembali menyita perhatian publik. Kejadian tersebut diduga kuat dipicu oleh aksi penumpang yang mengisi daya power bank menggunakan fasilitas colokan di dalam kabin. Fenomena ini memicu pertanyaan di masyarakat: mengapa mengisi daya power bank dilarang keras di dalam bus, sedangkan ponsel pintar (ponsel) diperbolehkan? Perbedaan Sistem Proteksi Baterai Meja di sebelah tempat duduk tersedia cup holder dan port USB. R&D Manager Karoseri Laksana, Kusririn, menjelaskan bahwa penyebab utamanya terletak pada perbedaan karakter pengisian daya dan sistem keamanan kelistrikan pada kedua perangkat tersebut. "Pastinya ada perbedaan, dan sistem proteksi antara ponsel dengan power bank (Battery Management System/BMS) tentunya berbeda," ujar Kusririn saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/8/2026). Ponsel pintar modern umumnya dilengkapi dengan fitur BMS yang canggih. Bangku bus Hai Rimba Kencana Fitur ini mampu mengatur lalu lintas arus listrik, membatasi daya yang masuk, hingga memutuskan pengisian secara otomatis jika terdeteksi peningkatan suhu yang tidak wajar. Sementara itu, power bank, terutama yang memiliki kapasitas baterai besar atau kualitas BMS yang minim akan terus menyerap arus listrik dalam jumlah besar secara konstan tanpa regulasi daya yang adaptif. Risiko Overheating dan Korsleting Fasilitas port USB atau stopkontak yang terpasang pada kursi bus umumnya dirancang hanya untuk daya rendah. Peruntukannya murni untuk mengisi baterai ponsel agar tidak habis selama perjalanan, bukan untuk menampung beban pengisian baterai berkapasitas besar. Ketika power bank dicolokkan ke port USB bus, perangkat tersebut menuntut daya tinggi dalam jangka waktu lama. Kondisi ini memaksa komponen inverter dan jalur kelistrikan bus bekerja keras melampaui batas kapasitas aman (overload). Penyerapan arus yang berlebihan secara terus-menerus memicu akumulasi panas berlebih (overheating) pada soket dan kabel internal bus. Jika pelindung kabel meleleh akibat panas ekstrem tersebut, hubungan arus pendek atau korsleting listrik sangat rentan terjadi dan berisiko menimbulkan percikan api di dalam kabin. Pentingnya Mematuhi Aturan Keselamatan Demi menjaga keselamatan perjalanan, pengelola bus karoseri dan operator transportasi darat mengimbau penumpang untuk selalu mematuhi aturan pengisian daya. Fasilitas di dalam bus sebaiknya hanya digunakan untuk mengisi daya ponsel. Penumpang disarankan memastikan daya power bank sudah terisi penuh dari rumah sebelum bepergian, alih-alih mengisinya di dalam bus.