Koordinator Program Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Alfred Sitorus, mengatakan, pengembangan transportasi publik di Indonesia hingga saat ini masih belum ada perubahan. Bahkan meski sudah ada pengadaan kendaraan umum yang dilakukan di sejumlah kota, namun masih seperti berjalan di tempat. "Saaat ini kita hanya bisa bilang pengadaannya. Tapi prasyarat untuk mengadakan transportasi publik itu tidak ada," kata pada acara Diskusi Catatan Transportasi Awal Tahun 2026, Kamis (8/1/2026). Lebih lanjut, prasyarat yang dimaksud oleh Alfred adalah akses menuju halte dan terminal yang sering kali tidak dipikirkan secara matang. Padahal, menurutnya, sebelum disediakan kendaraan, pemerintah daerah seharusnya menjamin kemudahan akses masyarakat menuju transportasi umum. Misalnya trotoar yang layak, jalur sepeda, maupun sarana pendukung lainnya. "Harusnya kalau mau menghibahkan Biskita ke sebuah kota. Pikirkan dulu orang untuk naik angkutan umum tersebut dengan cara apa ke halte tersebut. Itu harus digaransi dulu oleh kotanya dan harus ditagih oleh Kemenhub ke kota tersebut sebelum kasih unitnya," katanya. Kondisi bus Trans Patriot Bekasi, Selasa (28/2/2018). Sembilan unit bus Trans Patriot disimpan di area Stadion Patriot untuk menunggu operasional yang saat ini sedang dalam proses lelang. Alfred menjelaskan, saat ini situasinya justru terbalik. Sebab yang diutamakan adalah ketersedian unit kendaraanya. Sementara infratrukturnya dan manajemen layanan yang memadai. Lebih lanjut, dengan tidaknya tersedia angkutan umum yang layak, masyarakat akan terus ketergantungan dengan kendaraan pribadi. Hal ini tentunya akan membuat pencemaran udara kian bertambah. "Penyumbang dominan pencemanan udara itu dari sektor transport kurang lebih di atas 50 persen. Sementara jutaan kendaraan di Jabodetabek hanya ribuan yang berhasil dilakukan lulus uji emisi kendaraan setiap tahunnya," katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang