Ketika lampu indikator bahan bakar mobil menyala, pengemudi biasanya mulai khawatir kendaraan akan segera kehabisan BBM. Kondisi tersebut menandakan bahan bakar di dalam tangki sudah menipis. Namun, masih ada sejumlah BBM yang tersisa sehingga mobil tetap dapat berjalan untuk beberapa jarak. Lantas, seberapa jauh mobil masih bisa berjalan setelah indikator BBM menyala? Muchlis, pemilik bengkel spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service, mengatakan tidak ada angka pasti mengenai jumlah sisa BBM ketika indikator bahan bakar menyala. “Tidak ada angka pasti. Sisa BBM setelah lampu indikator menyala berbeda-beda pada setiap model dan kondisi kendaraan,” ucapnya kepada Kompas.com, Selasa (2/9/2026). Ilustrasi indikator bensin mobil Sementara itu, pemilik bengkel Dokter Mobil, Lung Lung, mengatakan kapasitas bahan bakar cadangan pada setiap mobil berbeda-beda, tergantung spesifikasi kendaraan. “Beda-beda tiap mobil. Bisa dari 2 liter sampai 5 liter,” kata Lung Lung kepada Kompas.com. Ia menambahkan, pengemudi yang melakukan perjalanan jauh dapat menyiapkan bahan bakar cadangan untuk mengantisipasi kondisi darurat, terutama ketika sulit menemukan SPBU. “Kalau cadangan bawa 5 sampai 10 liter cukup buat sekadar bisa jalan,” katanya. Eko Sulistyo, Technical Leader Nasmoco Demak, juga mengatakan ketika lampu indikator BBM menyala pada mobil sebenarnya masih ada cadangan BBM sekitar 5 liter. “Jarak tempuhnya tentu relatif, bila kondisinya macet maka jarak tempuh akan pendek karena mesin terus berputar sementara BBM terus terbakar tapi jarak tempuhnya pendek,” ucap Eko kepada Kompas.com. Artinya, jarak tempuh setelah indikator BBM menyala berbeda-beda pada setiap mobil, tergantung kapasitas tangki, sisa bahan bakar, dan kondisi lalu lintas. Kondisi medan jalan, seperti tanjakan atau wilayah perbukitan, juga memengaruhi konsumsi BBM dibandingkan saat mobil melaju di jalan datar. Jadi, pengemudi sebaiknya segera mencari SPBU terdekat ketika indikator BBM menyala agar mobil tidak kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan.