Setelah lama hanya tersedia dengan transmisi manual, Toyota akhirnya menghadirkan GR Corolla versi otomatis di Indonesia. Langkah ini membuat hot hatch racikan Gazoo Racing tersebut menjadi lebih mudah dinikmati, tanpa menghilangkan karakter khas mobil performa. Model terbaru yang meluncur di IIMS 2026 ini dibanderol Rp 1,379 miliar (OTR DKI Jakarta). Selain mengusung transmisi otomatis 8-percepatan Gazoo Racing Direct Automatic Transmission (DAT), Toyota juga meningkatkan torsi mesin menjadi 400 Nm. Lantas, apakah perubahan ini membuat GR Corolla kehilangan 'jiwanya'? Saya mewakili Kompas.com mencoba menggunakannya di jalanan Jakarta hingga BSD City untuk mencari jawabannya. Eksterior: Tidak Berusaha Tampil Kalem Toyota tidak mencoba menyamarkan identitas GR Corolla sebagai mobil performa. Bahkan ketika berhenti di lampu merah, mobil ini sudah menarik perhatian. Fascia depan didominasi grille berukuran besar dengan pola honeycomb yang berfungsi menyuplai udara ke intercooler dan radiator. Bumper dibuat penuh sudut tajam, dipadukan lampu LED sipit yang memberikan ekspresi agresif. Kap mesin turut dibekali dua ventilasi udara. Detail ini bukan sekadar pemanis, tetapi membantu membuang panas dari ruang mesin saat mobil dipacu dalam kecepatan tinggi. GR Corolla Kesan kekar semakin terasa dari samping. Fender depan dan belakang dibuat lebih lebar dibanding Corolla hatchback biasa untuk mengakomodasi sistem penggerak empat roda GR-Four. Pelek hitam, kaliper rem merah, side skirt besar, hingga ventilasi di belakang fender membuat tampilannya benar-benar seperti mobil yang baru keluar dari lintasan balap. Bagian belakang menjadi salah satu favorit kami. Spoiler atap, diffuser besar, serta tiga knalpot yang menjadi ciri khas GR Corolla membuat tampilannya berbeda dari hatchback performa lain di pasaran. Interior GR Corolla Interior: Sederhana, tapi Tepat Sasaran Masuk ke kabin, nuansa sporty langsung terasa. Jangan berharap kemewahan ala sedan premium Eropa karena Toyota lebih mengutamakan fungsi. Dashboard dibuat sederhana dengan layar infotainment model floating di tengah. Untungnya, pengaturan AC masih menggunakan tombol fisik sehingga mudah dioperasikan saat berkendara. Posisi mengemudi menjadi salah satu nilai lebih GR Corolla. Jok semi bucket dengan kombinasi kulit sintetis dan suede mampu menopang tubuh dengan baik ketika mobil diajak bermanuver cepat. Namun bantalannya tetap nyaman untuk perjalanan jauh. Setir berukuran pas terasa mantap digenggam. Di belakangnya terdapat paddle shift yang menjadi teman bermain selama mencoba transmisi otomatis terbaru milik Gazoo Racing. Yang paling menarik tentu kenop GR-Four di konsol tengah. Melalui pengaturan ini, pengemudi dapat memilih mode Normal, Gravel, atau Track sesuai karakter jalan yang dilalui. GR Corolla Transmisi Baru Jadi Pembeda Kalau ada satu perubahan yang paling terasa dibanding GR Corolla sebelumnya, jawabannya adalah transmisi otomatis 8-percepatan. Di tengah kemacetan Jakarta, transmisi ini bekerja sangat halus. Mobil tidak lagi melelahkan seperti ketika menggunakan transmisi manual, terutama saat lalu lintas stop and go. Namun begitu jalan mulai kosong, karakternya langsung berubah. Perpindahan gigi menjadi cepat dan respons throttle terasa jauh lebih agresif. Paddle shift juga memberikan respons instan ketika pengemudi ingin mengambil alih perpindahan gigi. Toyota berhasil membuat transmisi ini mampu menghadirkan dua karakter sekaligus. Jinak ketika dibutuhkan, tetapi tetap agresif saat diajak bermain. Impresi berkendara GR Corolla Mesin: Kecil, Performa Besar Di balik kap mesin bersemayam mesin berkode G16E-GTS berkapasitas 1.600 cc tiga silinder turbo. Mesin ini menghasilkan tenaga 300 PS atau sekitar 296 Tk dengan torsi maksimum 400 Nm. Meski hanya tiga silinder, suaranya tetap terdengar berisi. Dorongan turbo juga terasa spontan sejak putaran menengah sehingga mobil tidak perlu dipaksa meraung hingga limiter untuk mendapatkan performa terbaik. Sistem AWD GR-Four menjadi faktor penting yang membuat tenaga tersebut bisa tersalurkan dengan efektif ke permukaan jalan. Hasil Tes Akselerasi Untuk mengetahui kemampuan sesungguhnya, saya melakukan pengujian menggunakan alat ukur GPS Racelogic PerformanceBox. Hasilnya cukup menarik. Tes akselerasi Toyota GR Corolla Pada akselerasi 0-60 kpj, mode Normal mencatatkan waktu 3,7 detik. Beralih ke mode Sport, waktunya membaik menjadi 3,5 detik, sementara mode Sport dengan Launch Control menjadi yang tercepat dengan catatan 3,4 detik. Sementara untuk sprint 0-100 kpj, mode Sport justru menjadi yang terbaik dengan waktu 6,6 detik. Mode Normal mencatatkan 6,9 detik, sedangkan Launch Control membukukan waktu 6,7 detik. Selisihnya memang tipis. Namun hasil tersebut menunjukkan bahwa karakter setiap mode memang berbeda, bukan sekadar ubahan respons pedal gas. Impresi berkendara GR Corolla Suspensi: Kaku, tapi Masih Bersahabat Sebagai mobil yang lahir dari motorsport, GR Corolla tentu memiliki karakter suspensi yang cukup firm. Sambungan jalan dan polisi tidur masih terasa masuk ke kabin. Namun, kekakuan tersebut tidak sampai membuat mobil terasa melelahkan digunakan setiap hari. Sebaliknya, karakter ini justru membuat bodi terasa sangat stabil ketika berpindah jalur maupun melibas tikungan cepat. Ditambah posisi duduk yang rendah dan kemudi yang presisi, rasa percaya diri di balik kemudi terus meningkat seiring bertambahnya kecepatan. Konsumsi BBM GR Corolla Konsumsi BBM Selama pengujian, GR Corolla digunakan untuk aktivitas sehari-hari sekaligus kebutuhan review. Perjalanan dilakukan dari Palmerah menuju BSD City, kemudian kembali lagi ke Palmerah dengan total jarak sekitar 145,1 kilometer. Selama pengetesan, mode berkendara beberapa kali berganti, mulai dari Normal hingga Sport. Mobil juga digunakan untuk menguji akselerasi, sehingga gaya berkendaranya jauh dari kategori eco driving. Seluruh fitur kendaraan, termasuk AC dan sistem infotainment, aktif sebagaimana penggunaan harian. Setelah seluruh rangkaian pengujian selesai, panel instrumen menunjukkan konsumsi bahan bakar rata-rata 8,7 kpl. Angka tersebut tentu bisa berbeda pada setiap pengguna. Bila mobil lebih sering digunakan dengan mode Normal dan gaya berkendara santai, konsumsi bahan bakarnya berpotensi lebih baik. Impresi berkendara GR Corolla Kesimpulan Toyota berhasil membuat GR Corolla menjadi mobil yang lebih mudah dinikmati tanpa menghilangkan identitasnya. Transmisi otomatis membuatnya jauh lebih nyaman menghadapi kemacetan. Namun begitu jalan mulai terbuka, karakter khas Gazoo Racing langsung muncul melalui respons mesin, perpindahan gigi yang cepat, dan sistem GR-Four yang memberikan traksi melimpah. Kelebihan Desain agresif dengan fungsi aerodinamika yang jelas. Transmisi otomatis cepat sekaligus nyaman di kemacetan. Mesin 1.600 cc turbo sangat responsif. Sistem AWD GR-Four memberikan traksi luar biasa. Tetap nyaman digunakan sebagai mobil harian. Kekurangan Suspensi masih terasa kaku di jalan bergelombang. Material kabin lebih mengutamakan fungsi dibanding kemewahan. Konsumsi BBM bukan yang paling efisien untuk penggunaan harian. Harga Rp 1,379 miliar membuat pasarnya sangat terbatas.