Banyak mobil performa terasa menyenangkan di sirkuit, tetapi melelahkan saat dipakai berangkat kerja. Menariknya kesan itu tidak sepenuhnya saya rasakan pada Toyota GR Corolla. Memang, karakter dasarnya tetap sebuah hot hatch bertenaga 296 tk. Namun selama digunakan di jalan perkotaan, mobil ini masih mampu beradaptasi dengan ritme lalu lintas yang padat. Apalagi, kini telah dibenamkan dengan transmisi otomatis 8-percepatan Gazoo Racing Direct Automatic Transmission (DAT), membuatnya tidak lagi eksklusif bagi penggemar transmisi manual. Impresi berkendara GR Corolla Lebih Bersahabat di Kemacetan Perubahan terbesar tentu hadir dari transmisi otomatis. Dalam kondisi lalu lintas perkotaan, kehadirannya membuat karakter GR Corolla jauh lebih mudah dinikmati. Saat merayap di kemacetan, perpindahan gigi berlangsung halus tanpa gejala menghentak. Respons pedal gas juga cukup progresif sehingga mobil mudah dikendalikan pada kecepatan rendah. Toyota tampaknya berhasil menemukan titik tengah antara kenyamanan dan performa. Pengemudi tidak lagi disibukkan dengan pedal kopling, tetapi tetap bisa menikmati sensasi berkendara melalui paddle shift saat dibutuhkan. Begitu jalan mulai lengang, transmisi langsung menunjukkan karakter berbeda. Perpindahan gigi menjadi cepat dan responsif, membuat tenaga mesin tiga silinder turbo terasa selalu siap digunakan. Impresi berkendara GR Corolla Suspensi Kaku, tapi Tidak Menyiksa Sebagai mobil yang dikembangkan dari dunia motorsport, jangan berharap karakter suspensinya selembut Corolla Cross atau Camry. GR Corolla tetap terasa kaku saat melewati sambungan jalan, polisi tidur, maupun permukaan aspal yang bergelombang. Namun kekakuannya masih dalam batas yang bisa ditoleransi untuk penggunaan sehari-hari. Sebaliknya, karakter tersebut justru membuat bodi terasa solid. Mobil minim gejala limbung saat berpindah jalur atau melahap tikungan dengan kecepatan sedikit lebih tinggi. Impresi berkendara GR Corolla Ergonomi Jok semi bucket memberikan kombinasi ergonomi yang menarik. Saat dipakai berkendara santai, bantalan masih cukup nyaman. Ketika mobil mulai dipacu lebih cepat, bolster samping langsung bekerja menahan tubuh agar tidak banyak bergerak. Posisi duduk yang rendah juga memberi sensasi layaknya mobil sport, tetapi visibilitas ke depan tetap baik sehingga tidak menyulitkan saat bermanuver di area parkir atau jalan sempit. Sistem AWD Bukan Pajangan Di konsol tengah terdapat kenop pengatur sistem penggerak GR-Four yang menjadi ciri khas GR Corolla. Mode Normal menjadi pilihan paling nyaman untuk penggunaan harian dengan distribusi tenaga 60:40 antara roda depan dan belakang. Jika menghadapi jalan licin, pengemudi bisa memilih mode Gravel dengan pembagian tenaga 50:50 demi memperoleh traksi lebih baik. Sementara mode Track lebih cocok digunakan ketika ingin mengeksplorasi kemampuan mobil di lintasan karena distribusi tenaganya dapat berubah secara dinamis sesuai kebutuhan. Impresi berkendara GR Corolla Tetap Ada Kompromi Sebagai mobil performa, tentu ada beberapa konsekuensi yang harus diterima. Ground clearance tergolong rendah sehingga pengemudi perlu lebih berhati-hati saat melewati polisi tidur tinggi atau akses parkir yang curam. Ban berprofil tipis juga membuat kualitas redaman tidak bisa disamakan dengan hatchback biasa. Selain itu, ruang bagasi sedikit berkurang karena adanya komponen sistem penggerak empat roda. Namun, kompromi tersebut terasa sepadan dengan kemampuan yang ditawarkan mobil ini. GR Corolla Kesimpulan Toyota berhasil membuat GR Corolla menjadi lebih ramah digunakan setiap hari tanpa menghilangkan karakter aslinya sebagai mobil performa. Kehadiran transmisi otomatis 8-percepatan menjadi perubahan yang paling terasa. Mobil kini jauh lebih nyaman menghadapi kemacetan, tetapi tetap mampu menyuguhkan sensasi berkendara khas Gazoo Racing. Bagi penggemar hot hatch yang menginginkan mobil kencang tanpa harus mengorbankan kenyamanan penggunaan harian, GR Corolla menawarkan paket yang semakin lengkap.