Polda Metro Jaya menaruh perhatian serius terhadap maraknya penggunaan pelat nomor palsu di jalan raya dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Jaya 2026. Operasi yang berlangsung selama dua pekan, mulai 2 hingga 15 Februari, tidak hanya mengedepankan langkah pencegahan, tetapi juga penegakan hukum secara tegas di lapangan. Untuk memperkuat pengawasan, Polda Metro Jaya melibatkan unsur TNI, khususnya Polisi Militer, dalam operasi tersebut. Mobil berpelat dinas diduga terlibat dalam kecelakan beruntun di Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur, Jumat (11/9/2025). Kolaborasi ini dilakukan agar penindakan bisa berjalan lebih menyeluruh, mulai dari pendekatan preemtif, preventif, hingga tindakan hukum langsung. "Keterlibatan instansi terkait lainnya, kami juga melibatkan teman-teman dari POM TNI (Polisi Militer TNI) untuk bersama-sama kami melakukan upaya, mulai dari preemtif, preventif, sampai dengan penegakan hukum," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin, dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026). Salah satu sasaran penindakan yang menjadi perhatian adalah penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) palsu. Bengkel pembuat pelat nomor palsu Pelanggaran ini termasuk yang menyerupai pelat dinas, khususnya pelat kendaraan peruntukan TNI yang belakangan ditemukan disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab. "Mengingat belakangan ini ada ditemukan, ada beberapa pelanggaran ditemukan penggunaan TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) milik dinas ataupun kendaraan peruntukan TNI. Ya, ini juga kita sasar," ujarnya. Dalam pelaksanaannya, personel TNI akan turun langsung bersama jajaran kepolisian. Kehadiran Polisi Militer dinilai dapat mempermudah pendeteksian kendaraan yang menggunakan pelat nomor tidak sah. Anggota Polisi menindak pengguna pelat nomor palsu di Jakarta Terutama bagi mereka yang mencoba mengatasnamakan institusi tertentu untuk menghindari pemeriksaan. "Banyak juga ditemukan penggunaan-penggunaan TNKB ataupun kendaraan-kendaraan yang menggunakan TNKB yang boleh dikatakan palsu, ya," ucap dia. Tak hanya pelat dinas TNI, pemalsuan pelat kendaraan dari berbagai instansi dan kementerian juga kerap ditemukan di lapangan. Sebuah mobil Porsche Cayenne kedapatan menggunakan pelat nomor dinas Kemhan 50212-00 di area Parkir Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (28/1/2026). Karena itu, penertiban pelat nomor palsu turut masuk dalam sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 sebagai bagian dari upaya menciptakan ketertiban berlalu lintas. Meski demikian, Komarudin menegaskan bahwa penindakan pelat palsu bukanlah fokus utama operasi ini. Prioritas tetap diberikan pada pelanggaran yang berpotensi besar mengancam keselamatan pengguna jalan lain, seperti pelanggaran kecepatan, penggunaan helm, hingga melawan arus. "Namun itu tidak menjadi prioritas utama. Sekali lagi yang menjadi prioritas utama kami adalah pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan yang lain," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang