Banyak pembaca ingin tahu soal plus minus Hyundai Stargazer. Begitu pula dengan artikel tentang tes jalan 6 model PHEV. Selain itu, banyak juga yang penasaran dengan kenaikan TKDN kendaraan listrik. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini kumpulan artikel otomotif terpopuler pada Rabu (17/12/2025): 1. Curhat Pengguna Soal Plus Minus Hyundai Stargazer 2023 Hyundai Stargazer Hyundai Stargazer menjadi salah satu Multi Purpose Vehicle (MPV) yang cukup mencuri perhatian sejak pertama kali meluncur di Indonesia. Desain futuristis, fitur yang terbilang lengkap, hingga banderol harga yang kompetitif membuat mobil ini banyak dilirik, terutama oleh konsumen yang ingin mencoba merek non-Jepang. 2. Dampak Investasi Asing di Sektor Transportasi Indonesia Layanan Green SM Airport dirancang untuk memenuhi kebutuhan para penumpang bandara. Investasi asing yang masuk ke sektor transportasi turut berdampak pada perusahaan lokal. Hal ini berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh Inisiatif Strategis Transportasi (Instran). Ketua Advokasi Instran, Yusa Cahaya Permana, mengatakan bahwa kehadiran Undang-Undang (UU) Cipta Kerja menjadi keran bagi investor asing untuk masuk ke sektor transportasi, terutama dalam hal taksi online. 3. Tes Jalan 6 Model PHEV di Rute Jakarta–Yogyakarta–Jakarta Kompas.com uji enam mobil PHEV rute Jakarta?Yogyakarta, mengamati efisiensi, kenyamanan, dan kemudahan pengisian dalam perjalanan jarak jauh. Mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) kian diminati sebagai salah satu teknologi transisi menuju kendaraan elektrifikasi. Mengombinasikan mesin konvensional dan motor listrik, PHEV dinilai menawarkan fleksibilitas penggunaan sekaligus efisiensi energi, termasuk untuk perjalanan jarak jauh. 4. Perbandingan MPV Hybrid: Honda Step WGN vs Nissan Serena e-Power Honda Step WGN Segmen MPV hybrid di Indonesia semakin ramai. Dua nama yang kini kerap diperbincangkan adalah Honda Step WGN e:HEV dan Nissan Serena e-Power. Keduanya sama-sama berkonsep MPV keluarga modern, ramah lingkungan, dan dibekali teknologi elektrifikasi, namun pendekatan yang diambil berbeda. 5. Kenaikan TKDN Kendaraan Listrik: Apa Dampaknya? Ilustrasi mobil listrik. Pemerintah kembali menerapkan insentif pajak yang ditanggung pemerintah untuk pembelian kendaraan listrik (electric vehicle/EV) pada tahun 2025. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu. Industri otomotif nasional diproyeksikan akan memasuki fase seleksi pasar dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Periode tersebut ditandai dengan berakhirnya insentif kendaraan listrik serta semakin ketatnya kewajiban pendirian pabrik dan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), yang akan naik menjadi 60 persen pada tahun 2027. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang