Jorge Martin buka suara soal keputusannya pindah ke Yamaha pada MotoGP 2027. Pebalap yang kini memimpin klasemen sementara MotoGP tersebut mengaku tidak terpengaruh dengan berbagai kritik yang muncul terkait langkah barunya. Keputusan Martin memang cukup mengejutkan. Pasalnya, saat ini ia membela Aprilia yang sedang berada di puncak performa dan memimpin tiga klasemen dunia. Namun musim depan, Martin akan meninggalkan motor yang kompetitif tersebut untuk bergabung dengan Yamaha, pabrikan yang saat ini masih berada di posisi kelima atau terakhir dalam klasemen konstruktor. Meski begitu, Martin menilai situasi MotoGP 2027 akan berbeda. Regulasi baru yang mulai berlaku musim depan, termasuk penggunaan mesin 850 cc dan ban Pirelli, akan membuat persaingan berubah. Dengan perubahan besar tersebut, belum ada yang bisa memastikan pabrikan mana yang akan memiliki keunggulan pada musim depan. Martin Bandingkan Kritik Saat Pindah ke Aprilia Martin menegaskan keputusan pindah ke Yamaha sudah dipikirkan secara matang. Pebalap asal Spanyol itu juga mengingat kembali kritik yang ia terima ketika memilih meninggalkan Ducati dan bergabung dengan Aprilia pada 2024. “Saya percaya dalam hidup, Anda harus membuat keputusan tertentu,” ujar Martin seperti dikutip Crash, Sabtu (15/8/2026). Jorge Martin juara dunia motoGP 2024. “Sama seperti pada 2024 (ketika Martin menandatangani kontrak dengan Aprilia setelah kehilangan kesempatan menjadi pebalap tim pabrikan Ducati karena Marc Marquez), saya harus membuat keputusan dengan cepat. Sekarang saya memiliki kesempatan untuk membuat keputusan lain dengan lebih tenang dan lebih banyak waktu,” lanjutnya. Martin mengatakan setiap keputusan yang dibuat selalu berdasarkan kepentingan dirinya dan keluarga. “Saya selalu membuat keputusan dengan memikirkan apa yang terbaik untuk diri saya dan keluarga, dan saya percaya ini adalah keputusan terbaik,” ujarnya. Menurut Martin, situasi saat dirinya pindah ke Aprilia juga sempat diragukan banyak pihak. “Seperti ketika saya menandatangani kontrak dengan Aprilia, orang-orang mengatakan itu adalah ‘bencana’. Ke mana saya akan pergi dengan Aprilia yang belum pernah memenangkan gelar sebelumnya? Dan sekarang saya memimpin kejuaraan,” kata Martin. “Tahun depan atau dua tahun lagi, biarkan orang-orang memberikan pendapat mereka.” lanjutnya. Tetap Percaya Dukungan Aprilia Meski musim depan akan pindah ke Yamaha, Martin memastikan dirinya tetap mendapatkan dukungan penuh dari Aprilia hingga akhir kebersamaan mereka. Martin bahkan berpotensi membawa nomor satu sebagai juara dunia ke Yamaha jika mampu mempertahankan gelarnya musim ini. Ia juga mengaku percaya dengan direktur teknis Aprilia, Fabiano Sterlacchini, yang menurutnya terus membantu perkembangan performanya. “Ini akan menjadi persaingan yang adil. Saya percaya pada Fabiano (Sterlacchini, direktur teknis). Saya melihat dia memberikan semua yang dia bisa untuk membantu saya berkembang,” ujar Martin. Martin mengatakan, Sterlacchini sejak awal musim memiliki target untuk mengembalikan performanya seperti saat menjadi juara dunia MotoGP 2024. “Di awal tahun, dia datang ke Andorra dan berkata kepada saya, ‘Saya ingin menghadirkan kembali Jorge seperti pada 2024, saya ingin mengeluarkan seluruh bakat Anda lagi’,” ucapnya. “Dia sebagian besar berhasil melakukannya. Saya percaya dia akan terus melakukan hal itu dan akan terus membantu saya berkembang sampai hari terakhir kami bersama," lanjutnya. Martin saat ini masih memimpin klasemen MotoGP dengan keunggulan 31 poin atas rekan setimnya sekaligus rival terdekatnya, Marco Bezzecchi. Bezzecchi sendiri akan tetap bertahan bersama Aprilia pada MotoGP 2027 dan menjadi rekan setim Francesco Bagnaia.