Sepeda motor dirt bike atau motor trail tak lagi melulu diidentikkan dengan aktivitas menerabas jalur off-road di tengah hutan. Di berbagai daerah di Indonesia, tren penggunaan motor trail justru meluas ke segmen lifestyle dan transportasi komuter harian. Salah satu model penopang di segmen ini adalah Yamaha WR155R. Referensi modifikasi Yamaha WR 155 R bergaya supermoto oleh Yamaha Jogja Motor berkubikasi 155 cc ini tak hanya diminati oleh pencinta trabasan, tetapi juga berhasil memikat hati para pengguna jalan raya yang ingin tampil beda. Manajer Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, mengungkapkan bahwa penyerapan pasar untuk WR155R sangat variatif dan didominasi oleh konsumen yang menjadikannya sebagai gaya hidup. Modifikasi Supermoto Menurut Rifki, ketertarikan masyarakat terhadap motor trail jenis ini terbagi dalam beberapa demografi usia dan kebutuhan pemakaian. "Variatif ya. Kalau yang mungkin untuk beberapa daerah, itu ternyata WR155R nya dipakai untuk lifestyle. Jadi tidak untuk penggunaan dirt bike murni, mereka mengganti gaya jadi motard (supermoto)," ujar Rifki di sela acara Yamaha Riding Academy (YRA) Dirt Bike Experience. Yamaha WR155 dipacu instruktur Yamaha Riding Academy (YRA) di lintasan tanah Rifki menambahkan, tren pengubahan motor trail menjadi ala supermoto berkaki ban halus ini umumnya digandrungi oleh kalangan muda. Sementara untuk konsumen dengan usia yang lebih matang, penggunaan unit bertransmisi manual ini dominan dimanfaatkan sesuai peruntukan awal. "Kalau yang kalangan muda biasanya ke arah lifestyle atau supermoto. Cuma kalau yang cukup mature di atas 25 tahun, biasanya memang mereka beli untuk hobi off-road," ucapnya. Spesifikasi Pabrikan Meski berpenampilan gagah dengan jangkauan kaki yang cukup tinggi, WR155R dinilai tetap memberikan kenyamanan saat diajak membelah kemacetan kota. Menanggapi kelayakan motor trail dipakai sebagai kendaraan harian, pihak pabrikan memastikan bahwa racikan bawaan pabrik (factory OEM) sudah memperhitungkan aspek kepraktisan tersebut. "Oke banget sih (untuk harian). Karena memang rasionya yang kita buat secara factory OEM kan memang support untuk pemakaian sehari-hari," kata Rifki. Dukungan racikan transmisi dan teknologi mesin VVA (Variable Valve Actuation) membuat karakter tenaga WR155R tetap responsif di putaran bawah hingga atas, baik ketika melibas trek tanah maupun saat diajak sunmori di jalan aspal.