Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus mengancam Sumatera Selatan sepanjang musim kemarau 2026 mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat armada daratnya. Salah satu andalan yang dikerahkan adalah motor trail hasil modifikasi, kendaraan roda dua yang dirancang khusus untuk menjangkau titik api di area gambut, perkebunan, dan jalur sempit yang sulit dilalui mobil pemadam konvensional. Dukungan Terbaru dari Presiden Dalam rapat terbatas, Herman Deru, Gubernur Sumatera Selatan mengusulkan bantuan 50 unit motor trail yang dimodifikasi dengan tangki air agar dapat menjangkau titik api yang sulit diakses kendaraan besar. Presiden Prabowo justru memutuskan mengirim dua kali lipat dari jumlah yang diminta. "Kalau meminta 50, kita kirim 100 motor trail," tegas Prabowo. Selain 100 unit motor trail modifikasi yang mampu membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Presiden juga menyetujui pengiriman 500 unit pompa air dengan selang sepanjang satu kilometer, 500 sumur bor, dan 20 unit ekskavator untuk mendukung penanganan karhutla di Sumsel. Yamaha WR155R model year 2024 Fungsi Motor Trail dalam Operasi Karhutla Sebagai unit reaksi cepat, motor trail pemadam berperan mempercepat mobilisasi personel dan peralatan menuju titik kebakaran sebelum satuan pemadam yang lebih besar tiba. Dimensinya yang ringkas memberi keleluasaan bermanuver di jalur gambut, sungai kecil, atau area perkebunan yang tidak dapat dilalui truk pemadam. Pada umumnya, konfigurasi motor pemadam karhutla mengintegrasikan pompa pemadam portable, selang hisap, nozzle, serta APAR sebagai perangkat pemadaman awal. Basis Motor: Yamaha WR155R Jenis motor trail yang dipakai sebagai basis modifikasi kendaraan operasional karhutla adalah Yamaha WR155R. Motor ini dipilih karena kemampuan jelajah off-road dan tenaga mesinnya yang tergolong besar di kelas 150cc. Motor Trail Yamaha WR155R yang jadi basis motor pemadam kebakaran hutan Berikut spesifikasi resmi Yamaha WR155R: Mesin Tipe: 155 cc, silinder tunggal, 4-tak, SOHC, 4 klep, berpendingin cairan, dilengkapi teknologi VVA (Variable Valve Actuation) Diameter x langkah: 58,0 x 58,7 mm Perbandingan kompresi: 11,6 : 1 Daya maksimum: 12,3 kW (setara 16,4 hp) pada 10.000 rpm Torsi maksimum: 14,3 Nm pada 6.500 rpm Sistem bahan bakar: injeksi (Fuel Injection) Sistem starter: elektrik Transmisi: manual 6 percepatan Dimensi dan Rangka Panjang x lebar x tinggi: 2.145 mm x 840 mm x 1.200 mm Jarak sumbu roda: 1.430 mm Jarak terendah ke tanah (ground clearance): 245 mm Tinggi tempat duduk: 880 mm Berat isi: 134 kg Kapasitas tangki bensin: 8,1 liter Tipe rangka: Semi Double Cradle Suspensi depan: Telescopic diameter 41 mm Suspensi belakang: Monoshock (Link Type Monocross) Ban depan/belakang: 2,75-21 dan 4,10-18 Rem depan/belakang: cakram gelombang (wave disc) 240 mm dan 220 mm Perlengkapan Modifikasi yang Umum Ditambahkan Untuk mengubah motor trail standar menjadi unit pemadam operasional, sejumlah komponen tambahan biasa dipasang, antara lain: Pompa pemadam portable - digerakkan mesin kecil terpisah, dipasang di rak belakang motor untuk menyedot dan menyemprotkan air ke titik api. Selang hisap fleksibel - menyalurkan air dari sumber terdekat (kanal gambut, sumur bor, atau tangki portabel) ke pompa. Top box dan box samping - menyimpan APAR, APD, serta peralatan pendukung pemadaman lain agar mudah dibawa ke lapangan. Rak/dudukan peralatan tambahan - menopang selang dan perlengkapan agar tetap stabil saat motor melintasi medan berat. Livery operasional - pengecatan warna mencolok dan identitas instansi agar unit mudah dikenali saat bertugas di lapangan.