Pedro Acosta, pebalap Red Bull KTM Factory menilai kalau Marc Marquez masih menjadi pebalap yang harus dikalahkan di MotoGP 2026. Meski Marc sempat absen beberapa seri penutup MotoGP 2025 dan musim ini dalam masa pemulihan, statusnya sebagai juara dunia bertahan membuat Marc tetap jadi tolok ukur semua rivalnya. Sepanjang musim 2025, Marc tampil dominan bersama tim pabrikan Ducati. Helm spesial Shoei edisi Marc Marquez juara dunia MotoGP 2025 dijual dengan jumlah yang sangat terbatas, 93 unit di dunia Dia mengumpulkan 11 kemenangan dan 14 kali juara Sprint, membuatnya mendapatkan gelar juara dunia ketujuh, pertama kali setelah enam tahun. Hal yang istimewa, gelar itu Marc dapatkan setelah dia mengalami cedera lengan serius di 2020. Namun, musimnya harus berakhir lebih cepat usai mengalami patah tulang bahu yang kompleks akibat kecelakaan di MotoGP Indonesia. Meski dalam masa pemulihan, Marc dipastikan bisa mengikuti tes pramusim di Sepang, Malaysia. Acosta menegaskan cedera tidak mengubah posisi Marquez sebagai kandidat terkuat juara MotoGP 2027. “Bahkan dengan cederanya, Marc masih akan jadi pebalap yang harus dikalahkan," kata Pedro dikutip dari Crash, Kamis (29/1/2026). Acosta menyorot kemampuan Marc untuk bangkit setelah masa-masa sulit. Lima tahun tanpa gelar, tapi bisa langsung mendominasi saat bersama tim pabrikan Ducati. "Tentu Marco Bezzecchi, Alex Marquez, dan Francesco Bagnaia adalah rival kuat lainnya. Tapi tetap, Marc adalah pebalap yang jadi rival untuk semua di grid," kata Acosta. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang