Persaingan sepeda motor listrik di Indonesia semakin berkembang seiring bertambahnya pilihan kendaraan berbasis listrik untuk kebutuhan mobilitas masyarakat. Perkembangan tersebut tidak hanya mendorong hadirnya produk dengan teknologi dan harga yang beragam, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun industri kendaraan listrik di dalam negeri. Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Bidang Penguatan dan Pengembangan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno, mengatakan, motor listrik produksi Indonesia sebenarnya sudah lama siap digunakan. Menurut Djoko, salah satu hal yang masih menjadi perhatian dalam pengembangan motor listrik adalah harga dan pemahaman masyarakat terhadap kendaraan listrik. "Masyarakat sekarang itu bukan liat mereknya, tapi murahnya yang mana, dan masalah di kita sebenarnya kurang sosialisasi. Jadi ada yang merasa baterainya mahal lah. Dan kebijakan-kebijakan itu jangan hanya di kota, kalau di kota kan macet lagi," katanya kepada Kompas.com, Minggu (30/8/2026). Di tengah kondisi tersebut, Motor Listrik Nasional (Molinas) yang diberi nama Cakra NX1 resmi diperkenalkan kepada publik. Peluncuran program Motor Listrik Nasional (Molinas) oleh Presiden RI Prabowo Subianto Cakra NX1 dirancang untuk mendukung mobilitas harian. Secara tampilan, motor listrik ini memiliki wujud yang sama dengan ALVA N3. Sementara itu, pasar motor listrik Indonesia juga diisi sejumlah produk dari produsen asal China. Beberapa di antaranya telah dipasarkan di Indonesia dengan pilihan harga, teknologi baterai, fitur, serta sistem pengisian yang beragam. Lantas, bagaimana perbandingan motor listrik nasional dengan motor listrik China seperti Yadea dan Uwinfly? Harga Dari sisi harga, motor listrik asal China menawarkan pilihan yang cukup beragam di pasar Indonesia. Yadea, misalnya, menawarkan Velax dengan harga mulai Rp 19,8 juta. Sementara itu, Uwinfly memiliki sejumlah model motor listrik yang dibanderol di kisaran belasan juta rupiah. Adapun harga Cakra NX1 sebagai Motor Listrik Nasional hingga kini belum diumumkan oleh pemerintah maupun produsennya. Namun, motor listrik ini memiliki wujud yang sama dengan ALVA N3. Saat ini, ALVA N3 dijual dengan harga mulai Rp 16,5 juta hingga Rp 35,5 juta. Teknologi baterai Cakra NX1 menggunakan baterai Next Gen berkapasitas 3,3 kWh. Baterai tersebut diklaim mampu membawa motor menempuh jarak hingga 140 kilometer dalam satu kali pengisian penuh. Sementara itu, Yadea menggunakan baterai graphene pada sejumlah model. Uwinfly memiliki beberapa model dengan baterai lithium yang dapat dilepas. Booth motor listrik Yadea di PRJ 2026 Perbedaan tersebut membuat masing-masing memiliki pendekatan berbeda.