Mobil hybrid tetap membutuhkan bahan bakar meski memiliki baterai dan mode EV. Ketika bensin habis, sistem hybrid tidak dapat bekerja seperti biasanya karena mesin pembakaran internal tetap memiliki peran penting dalam mengoperasikan kendaraan. Muchlis, pemilik bengkel spesialis Toyota-Mitsubishi Garasi Auto Service Sukoharjo, mengatakan mobil hybrid tidak dapat mengaktifkan mode EV apabila sistem mendeteksi mesin bensin tidak bisa menyala. “Misalnya mesin bakar tidak bisa menyala karena kehabisan bensin, maka sistem akan merespons dengan menonaktifkan mode hybrid. Dampaknya, mobil tidak bisa dioperasikan atau mogok,” ucap Muchlis kepada Kompas.com, belum lama ini. Mesin Bensin Pada kondisi normal, mesin bensin pada mobil hybrid akan menyala ketika diperlukan. Misalnya, saat daya baterai mulai menurun atau ketika pengemudi membutuhkan tenaga lebih besar melalui akselerasi. Daihatsu Rocky Hybrid di GIIAS 2026 Namun, ketika tangki bahan bakar kosong, sistem akan mendeteksi bahwa mesin bensin tidak dapat bekerja. Kondisi tersebut membuat sistem hybrid tidak bisa beroperasi sebagaimana mestinya. “Bagaimanapun, peran mesin bakar cukup krusial, tidak hanya sebagai penggerak roda, tetapi juga sebagai generator pengisi daya baterai. Tanpanya, sistem hybrid tidak akan berjalan,” kata Muchlis. Karena itu, pemilik mobil hybrid tidak boleh menganggap kendaraan dapat terus berjalan hanya dengan mengandalkan mode EV. Mode tersebut hanya bekerja dalam kondisi dan waktu tertentu, sementara kapasitas baterai mobil hybrid umumnya lebih kecil dibandingkan mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) maupun plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Daya Baterai Muchlis menjelaskan, setelah bahan bakar kembali diisi, sistem mobil hybrid akan berfungsi normal. Mesin bensin akan kembali bekerja untuk membantu mengisi daya baterai sekaligus menggerakkan roda kendaraan. “Setelah bensin diisi, mobil hybrid akan kembali bekerja normal, diawali dengan mesin bakar yang menyala untuk mengisi daya baterai serta menggerakkan roda saat mobil dioperasikan,” kata Muchlis. Maka dari itu, pemilik mobil hybrid sebaiknya tetap memperhatikan indikator bahan bakar dan tidak membiarkan tangki sampai kosong. Meski memiliki mode EV, mesin bensin tetap menjadi bagian penting agar sistem hybrid dapat bekerja dengan normal.