Lexus Indonesia menegaskan bahwa strategi bisnisnya di pasar premium tidak berorientasi pada target penjualan maupun pangsa pasar. Merek asal Jepang tersebut memilih untuk membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen melalui produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan. Fokus pada Pengalaman Konsumen Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily mengatakan, Lexus punya pendekatan yang berbeda dibanding merek otomotif pada umumnya. Mereka lebih mengutamakan pengalaman kepemilikan kendaraan ketimbang sekadar mengejar volume penjualan. Lexus ES350 hybrid dan ES350e (listrik) meluncur di GIIAS 2026. "Bagi kami, yang terpenting adalah sebenarnya bagaimana kita hadir di sepanjang perjalanan bagi konsumen," ujar Ernando, kepada wartawan, saat ditemui di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, di ICE BSD, Tangerang, Rabu (29/7/2026). Menurut Ernando, komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan produk, layanan purnajual, hingga berbagai fasilitas eksklusif yang relevan dengan kebutuhan pelanggan Lexus. "Tentunya melalui produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, privileges yang sesuai dengan kebutuhan konsumen," kata Ernando. Pendekatan tersebut, lanjut dia, mulai menunjukkan hasil. Lexus RZ 600e F Sport Performance GIIAS 2026 Berdasarkan data internal perusahaan, penjualan maupun pangsa pasar Lexus mengalami perbaikan dalam beberapa waktu terakhir. Ernando meyakini peningkatan tersebut merupakan buah dari konsistensi Lexus dalam memberikan pelayanan yang mengedepankan kepuasan pelanggan, bukan semata mengejar angka penjualan. “Buat kami, yang paling penting itu bagaimana kami bisa hadir di sepanjang perjalanan konsumen,” ujar Ernando kepada wartawan saat ditemui di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (29/7/2026). Menurut dia, komitmen itu diwujudkan lewat produk, layanan purnajual, sampai berbagai fasilitas eksklusif yang memang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan Lexus. Lexus RZ 600e F Sport Performance GIIAS 2026 “Tentunya lewat produk yang sesuai kebutuhan konsumen, layanan yang sesuai kebutuhan konsumen, dan privileges yang juga sesuai kebutuhan mereka,” kata Ernando. Pendekatan ini, lanjutnya, mulai terlihat hasilnya. Berdasarkan data internal, penjualan dan pangsa pasar Lexus disebut mengalami perbaikan dalam beberapa waktu terakhir. Ernando pun meyakini kenaikan itu datang dari konsistensi Lexus dalam mengutamakan kepuasan pelanggan, bukan sekadar mengejar angka penjualan. Pasar Mobil Mewah Sangat Dinamis Lexus RZ 600e F Sport Performance GIIAS 2026 Meski demikian, Ernando mengakui pasar kendaraan premium tetap dipengaruhi kondisi ekonomi secara keseluruhan. Ketika situasi makroekonomi berubah, keputusan konsumen untuk membeli mobil mewah juga ikut berubah. Menurut dia, karakter konsumen di segmen luxury berbeda dibandingkan pasar kendaraan massal. Pembelian mobil tidak hanya didasarkan pada kebutuhan mobilitas, tetapi juga berkaitan dengan gaya hidup hingga hobi. "Segmen luxury ini kan konsumen itu banyak yang menjadi konsiderasi. Mereka membeli mobil kan bukan untuk sekadar alat transportasi, tetapi gaya hidup, mungkin sebagian hobi. Jadi, sangat dinamis," ujarnya. Karena itu, Lexus memilih mempertahankan strategi yang berfokus pada pengalaman pelanggan. Perusahaan menilai hubungan jangka panjang dengan konsumen akan menjadi fondasi utama untuk menjaga pertumbuhan merek di tengah dinamika pasar kendaraan premium. Meski begitu, Ernando mengakui pasar kendaraan premium tetap sangat dipengaruhi kondisi ekonomi secara keseluruhan. Saat situasi makro berubah, keputusan konsumen untuk membeli mobil mewah juga ikut berubah. Menurut dia, karakter konsumen di segmen luxury juga berbeda dengan pasar mobil massal. Pembelian mobil tidak cuma soal kebutuhan transportasi, tapi juga gaya hidup bahkan hobi. “Segmen luxury ini kan konsumennya banyak pertimbangan. Mereka beli mobil bukan sekadar alat transportasi, tapi juga bagian dari gaya hidup, bahkan ada yang hobi. Jadi, memang sangat dinamis,” ujarnya. Karena itu, Lexus tetap memilih strategi yang fokus pada pengalaman pelanggan. Perusahaan menilai hubungan jangka panjang dengan konsumen jadi kunci utama untuk menjaga pertumbuhan merek di tengah dinamika pasar mobil premium.