Perjalanan jarak jauh menjadi salah satu cara paling relevan untuk melihat efisiensi sebuah plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dalam penggunaan nyata. Kesempatan tersebut saya dapatkan saat menjajal Lexus NX 450h+ F Sport melalui rute Jakarta–Yogyakarta–Jakarta sejauh sekitar 1.300 kilometer dalam program Electrification Journey Festival 2026. Program ini bukan sekadar perjalanan biasa maupun ajang irit-iritan. Lexus NX 450h+ Mobil digunakan dalam kondisi normal, diisi empat orang dewasa dengan barang bawaan, sementara seluruh fitur tetap aktif, termasuk AC dan sistem keselamatan aktif (ADAS). Sebelum berangkat, mobil diminta mengisi penuh bahan bakar di awal dan menyelesaikan perjalanan tanpa pengisian ulang, sementara pengisian baterai tetap diperbolehkan di beberapa titik. Format ini memberikan gambaran yang lebih realistis tentang bagaimana sistem PHEV bekerja dalam perjalanan antarkota seraya membuktikan ketangguhan kendaraan elektrifikasi untuk perjalanan jarak jauh. Karakter PHEV di Perjalanan Jauh Sebagai PHEV, NX 450h+ menggabungkan mesin bensin 2.5 liter 4-silinder dengan motor listrik depan dan belakang melalui sistem penggerak AWD e-Four. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga sistem 304 hp dengan akselerasi 0–100 km per jam dalam 6,3 detik. ion berkapasitas 18,1 kWh memungkinkan mobil melaju dalam mode listrik murni sejauh 87 kilometer sebelum sistem beralih ke mode hybrid secara otomatis. Dalam penggunaan nyata, manajemen energinya terasa halus. Perpindahan antara motor listrik dan mesin berlangsung nyaris tanpa jeda, sehingga karakter berkendaranya tetap senyap dan nyaman. Mode EV dalam Kondisi Nyata Selama perjalanan, mode listrik murni (EV) umumnya bertahan sekitar 55 kilometer setiap kali pengisian. Hal ini karena pengisian baterai di rest area rata-rata hanya mencapai 80–85 persen. Konsumsi BBM Lexus NX 450h+ F Sport Setelah itu, sistem secara otomatis mengombinasikan kerja motor listrik dan mesin bensin sesuai kebutuhan. Dalam kondisi baterai terisi penuh dan rute relatif datar, jarak tempuh listrik sebenarnya bisa mencapai sekitar 87 kilometer. Namun, kondisi jalan yang bervariasi, termasuk tanjakan dan turunan seperti di ruas Tol Batang–Semarang, membuat angka tersebut sulit dicapai secara konsisten. Konsumsi BBM Setelah menuntaskan perjalanan pulang-pergi, konsumsi bahan bakar tercatat di angka 22,6 km per liter. Angka ini tergolong efisien untuk SUV premium berbobot mendekati dua ton dengan sistem penggerak semua roda. Efisiensi tersebut terbantu oleh peran motor listrik yang cukup dominan, terutama saat menghadapi kemacetan atau kondisi setop-and-go. Rute yang ditempuh juga beragam, mulai dari tol hingga lalu lintas perkotaan. Rata-rata kecepatan perjalanan tercatat sekitar 19 km per jam, mencerminkan kondisi penggunaan harian, bukan skenario pengujian ideal. Menjelang akhir perjalanan di Jakarta, baterai sudah menipis dan indikator bahan bakar tersisa satu bar. Meski demikian, sistem masih menampilkan estimasi jarak tempuh sekitar 33 kilometer saat memasuki tol dalam kota. Lexus NX 450h+ F Sport Sistem Hybrid Adaptif Sepanjang perjalanan, sistem hybrid terasa cerdas dalam mengatur sumber tenaga. Pada kecepatan rendah atau lalu lintas padat, mobil lebih sering berjalan menggunakan motor listrik. Sebaliknya, saat kecepatan meningkat atau daya baterai menurun, mesin bensin akan aktif untuk menjaga efisiensi tanpa mengganggu kenyamanan kabin. Lexus NX 450h+ F Sport Karakter ini membuat pengemudi tidak perlu sering mengatur mode secara manual, karena sistem mampu menyeimbangkan performa dan efisiensi secara otomatis. Strategi Pengisian Baterai Capaian efisiensi selama perjalanan juga tidak lepas dari strategi pengisian baterai di setiap pemberhentian atau rest area selama perjalanan. Setiap etape perjalanan dimanfaatkan untuk mengisi daya saat waktu istirahat, dengan durasi sekitar 90 menit. Titik pengisian dilakukan di beberapa rest area, yaitu KM 130A dan KM 183A ruas Tol Cipali saat kepergian, serta KM 389B Tol Batang–Semarang dan KM 100 Tol Cikampek Utama ketika kepulangan. Dengan pola ini, baterai tidak selalu terisi penuh, umumnya berada di kisaran 80–85 persen. Namun, strategi pengisian berkala tersebut membantu menjaga porsi penggunaan motor listrik tetap optimal sepanjang perjalanan. Outro Dari pengujian Jakarta–Yogyakarta–Jakarta, NX 450h+ F Sport menunjukkan karakter PHEV yang realistis dan mudah digunakan. Jarak tempuh listrik memang bergantung pada kondisi pengisian dan karakter rute. Namun, dengan konsumsi BBM 22,6 km per liter serta sistem hybrid yang adaptif, efisiensinya tetap terjaga dalam perjalanan jarak jauh. Dengan beban penumpang penuh, fitur kendaraan aktif, dan kondisi lalu lintas yang beragam, hasil ini menunjukkan bahwa teknologi PHEV NX 450h+ tidak hanya efisien di atas kertas, tetapi juga relevan untuk penggunaan nyata sehari-hari maupun perjalanan antarkota. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang