Kata chameleon secara harfiah artinya bunglon, makna lebih luasnya adalah benda yang bisa menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar. Lantas apa hubungannya antara Lexus dan chameleon? Secara bentuk, desain dan kasta, Lexus RX 450h+ ini merupakan SUV premium dengan dimensi medium. Sudah tentu kesan mewah dan glamour melekat pada mobil seharga Rp 1,9 miiaran tersebut. Namun ternyata ada hal-hal tersembunyi yang dimiliki RX 450h+ ini yang beberapa kalangan tidak mengetahuinya. Berikut beberapa alasan kenapa RX 450h+ ini saya sebut Sang Chameleon. Lexus RX450H+ PHEV Pertama, mesin yang digunakan oleh SUV mewah penumpang ini berkapasitas 2.487cc dengan tenaga total 304 tk. Boros, itulah impresi awal setiap orang setelah mengetahui kubikasi mesin. Ternyata fakta tersebut terbantahkan karena RX 450h+ ini dibekali dengan teknologi hibrida sehingga bisa menghasilkan efisiensi BBM cukup irit. Sejauh tes yang saya lakukan menempuh perjalanan Jakarta-Jepara-Semarang-Jakarta, informasi yang tercatat di MID adalah 20, kpl. 2 sumber energi Alasan kedua adalah meskipun bertitel hybrid, RX 450h+ ini bisa menjadi mobil listrik. Walaupun hanya bisa menempuh 70 km saja. Kok bisa? Ya, teknologi hibrida yang digendongnya selain versi terbaru tapi juga mengusung jenis plug-in. Platform Lexus RX 450h+ Nah, teknologi ini juga belum banyak yang mengerti secara jelas. Mudahnya adalah RX 450h+ punya 2 sumber energi yang bisa digunakan untuk menggerakkan roda. Mesin dan motor listrik yang energinya disuplai dari baterai seperti mobil listrik (BEV). Bahkan Anda juga bisa melakukan pengisian baterai di SPKLU seperti mobil listrik pada umumnya. Sayangnya, RX 450h+ ini hanya bisa menggunakan colokan type AC, jadi lumayan agak terbatas. Minimnya informasi soal PHEV ini terbukti karena saya sempat berdebat saat hendak mengisi daya di SPKLU beberapa rest area. Petugas yang berjaga melarang untuk parkir di area SPKLU dan menjelaskan hanya untuk pengisian mobil listrik. Colokan untuk mengisi daya Lexus RX 450h+ Larangan tersebut dilontarkan dengan latar belakang plat nomor yang tidak ada cat birunya. Artinya selain plat tersebut berarti bukan mobil listrik. Kendati sudah memberikan bukti adanya area lubang colokan listrik, mereka masih penasaran. Setelah proses pengisian berlangsung barulah mereka percaya kalau RX 450h+ tersebut bisa dianggap sebagai mobil listrik. Bensin basi Sistem plug in yang diadopsi RX 450h+ jelas memberi keuntungan lain yakni Anda punya mobil listrik. Dalam kondisi baterai penuh, Anda bisa mengaktifkan mode listrik sehingga mesin benar-benar tidak berfungsi. Jadi, bensin yang ada di tangki, besar kemungkinan akan jarang digunakan atau bisa basi dalam kondisi waktu tertentu karena tidak terpakai. Kok bisa? Begini penjelasannya, setiap hendak pergi dari rumah ke kantor dengan jarak 45 km, kondisi baterai penuh sehingga bisa menggunakan mode BEV. Praktik tersebut saya lakukan selama 5 hari dan berlaku sama hasilnya. Lexus RX450H+ PHEV Sampai kantor di Menara Kompas, posisi baterai berkurang sekitar 55 persen. Kebetulan Menara Kompas punya beberapa sarana pengisian daya baterai, jadi cukup mengeuarkan dana Rp 26.888 baterai pun kembali penuh dan siap menjelajah 70 km lagi. Memang bagi pemilik Lexus, BBM bukanlah hal penting yang mereka pertimbangkan. Namun, kontribusi terhadap lingkungan dengan menekan emisi gas buang menjadi kebanggan tersendiri. Plus, peace of mind saat pergi jauh tanpa takut kehabisan energi pada baterai saat perjalanan jauh. Apalagi pengalaman libur Nataru 2025 lalu memperlihatkan kondisi SPKLU yang selalu penuh dan antre yang panjang. Efisiensi waktu juga merupakan hal berharga bagi beberapa orang. Lexus RX450H+ PHEVAdrenalin dan performa Bentuk kamuflase sang chameleon ketiga adalah soal adrenalin dan performa. Tak semua mobil ramah lingkungan itu pelan atau tidak memiliki tenaga yang bisa memacu adrenalin. Apalagi untuk Lexus RX 450h+, jangan pernah ragukan kemampuannya berakselerasi. Patut diingat SUV ini punya 2 sumber tenaga (mesin dan motor listrik) yang mampu menghembuskan tenaga 304 tk dan melesat 0 - 100 kpj hanya dalam 6,5 detik saja. Ketika Anda perlu tenaga besar, cukup aktifkan mode S+. Maka, begitu pedal gas ditekan sampai mentok, seketika itu pula raungan mesin akan terdengar, dan respon daya yang keluar akan memacu adrenalin Anda. Lexus RX450H+ PHEVPenggerak semua roda Kamuflase lain yang dimiliki RX 450h+ ini adalah kendati memiliki sosok mewah, bukan berarti SUV mewah ini tidak bisa beradaptasi di area light offroad. Sistem penggerak semua roda (AWD) yang dimiliki bisa dimanfaatkan untuk sekedar bermain kotor di jalan rusak, berpasir dan juga becek. Sistem penggerak semua roda pada RX 450h+ yang disebut Lexus sebagai e-four ini sedikit berbeda. Terdapat 1 motor listrik yang fungsinya untuk menggerakkan roda belakang. Sementara untuk gerak roda depan memanfaatkan as roda yang terhubung dengan mesin. Lexus RX450H+ PHEVMeski demikian, kedua sistem tersebut bisa menghasilkan sinergi untuk mendapat daya cengkram yang optimal layaknya AWD. Tentunya pengaturan tersebut dioperasikan lewat modul sehingga bisa maksimal. Sayang, unit yang saya pkai kali ini dilengkapi aksesori sehingga ground clearence-nya cukup rendah. Jadi area offroad yang bisa dimainkan cukup terbatas. Tapi dari performanya juga terbilang baik, bahkan untuk dibawa ngebut ala-ala rally. Mau lihat buktinya? Silakan klik tautan di bawah ini, Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang