Parlemen Senayan resmi memberi lampu hijau bagi Thomas Djiwandono untuk menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031. Keputusan tersebut diambil secara mufakat oleh Komisi XI DPR RI setelah Thomas melewati proses fit and proper test, mengungguli sejumlah kandidat kuat lainnya. Di balik jabatan strategis yang diembannya, perhatian publik turut tertuju pada profil kekayaan Thomas, termasuk koleksi kendaraan yang menghuni garasinya. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 23 Januari 2025, total aset Thomas tercatat mencapai Rp 74,5 miliar. Dari total kekayaan tersebut, sektor kendaraan bermotor memang bukan yang paling dominan, namun tetap mencerminkan selera kelas atas. Thomas tercatat memiliki tiga mobil premium dengan karakter berbeda, mulai dari MPV mewah hingga kendaraan berorientasi kenyamanan dan prestise. Hyundai Staria Electric Koleksi Mobil Thomas Djiwandono Mobil pertama adalah Toyota Alphard 2.5 lansiran 2019 dengan nilai Rp 800 juta. MPV premium ini dikenal sebagai simbol kenyamanan pejabat dan pengusaha, dengan kabin lega serta fitur penunjang perjalanan jarak jauh maupun mobilitas harian. Koleksi berikutnya adalah Hyundai Staria keluaran 2024 senilai Rp 1,06 miliar. Model ini menawarkan desain futuristis dengan konfigurasi kabin modern, menegaskan preferensi Thomas pada kendaraan yang menonjolkan ruang dan kenyamanan, bukan sekadar performa. Puncak koleksi kendaraan Thomas ditempati sebuah Lexus produksi 2024 dengan nilai Rp 2,35 miliar. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai tipe atau varian mobil tersebut. Sebagai merek premium asal Jepang, Lexus dikenal lewat kombinasi kemewahan, teknologi, dan citra eksklusif, yang menempatkannya di kelas tertinggi dalam garasi kendaraan Thomas. Kekayaan Properti Thomas Di luar kendaraan, kekayaan Thomas didominasi aset properti berupa tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp 40,57 miliar, ditambah surat berharga Rp 13,07 miliar serta kas dan setara kas Rp 14,82 miliar. Dengan latar belakang pendidikan ekonomi internasional, pengalaman panjang di sektor privat, dan rekam jejak kebijakan publik, Thomas Djiwandono kini bersiap menapaki babak baru di Bank Indonesia, dengan garasi yang tak kalah mencerminkan kemapanannya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang