Banyak pabrikan China menginvasi pasar otomotif nasional dengan menawarkan mobil yang punya fitur setara premium, tapi dengan harga terjangkau. Kondisi ini bisa saja menggerus pangsa pasar Lexus yang bermain di segmen premium dengan harga kendaraannya yang tinggi. Namun, Lexus Indonesia mengatakan tidak khawatir dengan banyaknya pabrikan China yang masuk. Meskipun, jika dibandingkan harganya tentu sangat jauh bedanya. General Manager Lexus Indonesia Ima Nurbani Rahmah, mengatakan, pihaknya selalu memikirkan dari sudut pandang konsumen. Menurutnya, di segmen premium, daya beli bukanlah masalah. Wakil PResiden Republik Indonesia, H.M Jusuf Kalla mengunjungi booth Lexus di GIIAS 2017 "Buat mereka juga, orang-orang ini bisa kita bilang, harga bukan jadi dasar pertimbangan mereka membeli sesuatu kan. Tapi, buat kita, kalau konsumen kita, yang penting adalah pengalamannya beda," ujar Ima, kepada Kompas.com, saat ditemui di Tangerang, belum lama ini. "Jadi, cara kita kasih pengalaman ke konsumennya bukan tentang harga. Tapi tadi, gimana sih kasih sesuatu yang baru untuk pengalaman," kata Ima. Ima menambahkan, konsumen Lexus lebih mementingkan privilege dan layanan dibandingkan harga. Menurutnya, konsumen Lexus bukan mencari harga terbaik dalam arti mana yang lebih terjangkau. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencoba Lexus RZ 500e "Karena kalau konsumen Lexus memang dia mobilnya kan enggak cuma satu atau dua ya. Mobilnya sudah banyak, dan kalau konsumen kita mereka beli sesuatu itu bukan cuma beli mobilnya saja atau produknya saja," ujar Ima. "Tapi, mereka mau memastikan bahwa mereka dapat layanan yang memberikan kepuasan paling baik. Sebab, kalau di Lexus, konsumen itu bukan raja, tapi partner. Jadi, akhirnya konsumen punya kepercayaan tinggi sama kami di Lexus. Lexus RX450h+ PHEV Ima menambahkan, justru yang menjadi tantangan terberatnya adalah bagaimana menjaga kepercayaan konsumen dan menjaga nilai-nilai yang diberikn untuk konsumen. Untuk diketahui, Lexus mengaplikasikan budaya Jepang "Omotenashi", yaitu sikap membantu orang sepenuh hati tanpa memikirkan imbalan. Nilai tersebut yang diyakini membuat konsumen menjadi loyal. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang