Seorang pria baru saja tertipu usai membeli Lexus GX 550 di situs dealer online. Ternyata situs itu kloningan buatan AI. Duit Rp 1,3 miliar yang dibayarkan pun melayang.Niat hati membeli Lexus GX 550 tapi apa daya, pria asal Carolina Utara malah tertipu. Dia kehilangan lebih dari USD 77.000 usai 'membayar' Lexus GX 550 semu. Diberitakan Carscoops, dalam pengaduan yang diajukan, korban menghabiskan waktu sekitar 10 hari untuk berkomunikasi secara rutin dengan seseorang yang menyamar sebagai perwakilan dari dealer mobil bekas resmi T&T Vehicle Sales. Modus penipuannya disebutkan amat meyakinkan. Pelaku diduga mengirimkan foto, detail, dan beberapa hal lainnya untuk membuat korban percaya. Tapi setelah korban membayar USD 77.300 atau setara Rp 1,3 miliar, tiba-tiba komunikasi berakhir. Para penipu diyakini memanfaatkan AI untuk menduplikasi situs dealer dan menguras duit konsumen.Sejatinya ini bukan kasus baru. Dalam setahun terakhir sudah ada beberapa kasus penipuan kloning situs dealer, tapi tampaknya modus operandi saat ini makin canggih. Para penipu membuat replika situs dealer yang sangat mirip, lengkap dengan daftar stok, foto staf, bahkan testimoni yang justru dibuat oleh AI.Hal itu makin meyakinkan lantaran adanya kumpulan dokumen palsu seperti laporan kendaraan dan foto tambahan, agar konsumen makin yakin untuk membeli mobil. Para pakar industri mengatakan bahwa penipuan dengan modus tersebut kini terjadi beberapa kali dalam seminggu dan diperkirakan merugikan warga Amerika hingga jutaan dolar setiap bulannya.Bagi konsumen, tentu kerugiannya sudah amat jelas. Dealer pun kini jadi ikut korbannya. Ketika korban menyadari itu penipuan, mereka langsung meninggalkan ulasan buruk di dealer yang dianggap melakukan penipuan. Bahkan dalam beberapa kasus, dealer terpaksa melibatkan pihak berwajib hanya untuk membuktikan bahwa mereka tidak ada hubungannya dengan hal tersebut.Konsumen diminta ekstra berhati-hati saat melakukan transaksi di mana pun. Usahakan untuk melakukan transaksi secara langsung. Sebab, situs yang rapi, komunikasi responsif tak lagi menjamin. Makanya kamu harus lebih teliti sebelum melakukan transaksi.