Mobil keluarga masih menempati posisi penting dalam keseluruhan segmen kendaraan roda empat atau lebih mewah di Indonesia sepanjang 2025. Terlebih usai masuknya merek baru seperti Denza dan Xpeng. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sedikitnya terdapat tiga model yang menarik dan masuk dalam daftar 5 mobil. Dari daftar tersebut, Denza D9 tampil sebagai model terlaris dengan penjualan mencapai 7.474 unit, diikuti Toyota Alphard dengan 2.397 unit dan Lexus LM di urutan ke-5 yang membukukan 1.006 unit. Toyota Alphard Hybrid Untuk itu, membandingkan antara tiga mobil keluarga mewah tersebut masih menarik. Berikut 5 komparasi yang bisa dijadikan panduan sebelum melakukan pembelian. 1. Karakter Eksterior dan Interior Secara karakter kendaraan, Denza D9 tampil dengan pendekatan desain futuristis melalui bahasa n-Motion. Wajah minimalis, lampu LED ramping, serta bodi aerodinamis mempertegas identitasnya sebagai MPV listrik modern. Interiornya dibalut kulit Nappa, panel kayu asli, ambient light, serta panoramic sunroof. Kursi baris kedua mengusung konsep zero gravity dengan fitur pijat, ventilasi, dan sandaran kaki elektrik. Toyota Alphard mempertahankan desain elegan khas MPV Jepang. Grille besar berlapis krom, bodi mengotak, serta garis tegas menjadi ciri utamanya yang sudah melekat sejak generasi awal. Di dalam kabin, Alphard menawarkan kemewahan yang fungsional melalui material premium, kursi kapten dengan fitur pijat pada varian tertinggi, serta tata letak ergonomis yang mudah dioperasikan. Sementara itu, Lexus LM mengusung desain serupa Alphard, namun dengan sentuhan lebih mewah. Bagian depan dibekali spindle grille berbentuk siluet X khas Lexus yang dirangkai dari garis-garis menyerupai anyaman. Peleknya bergaya jari-jari berukuran 235/50 R18, memperkuat kesan premium. Di bagian belakang, lampu LED berbentuk huruf L membentang dari kanan ke kiri, dipadukan logo Lexus sebagai identitas. Lexus LM 500h resmi meluncur di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024. Interior Lexus LM mengusung konsep private sanctuary. Hadir layar 26 inci, sistem audio Mark Levinson 19 speaker, serta pengaturan kabin terintegrasi untuk menunjang kebutuhan bisnis maupun hiburan bersama double glass roff independen. 2. Dimensi Denza D9 hadir sebagai MPV besar dengan panjang 5.250 mm, lebar 1.960 mm, tinggi 1.920 mm, dan wheelbase 3.110 mm. Bagasinya juga fleksibel dengan kapasitas mencapai lebih dari 2.000 liter saat kursi belakang dilipat. Toyota Alphard memiliki panjang 5.010 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.945 mm, serta jarak sumbu roda 3.000 mm. Ukuran ini mampu mengakomodasi enam hingga tujuh penumpang dengan nyaman. Ruang baris kedua menjadi fokus utama, sementara baris ketiga tetap cukup lega untuk penggunaan keluarga. Lexus LM memiliki dimensi panjang 5.040 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.895 mm, dan wheelbase 3.000 mm. Meski ukurannya serupa Alphard, pengaturan interiornya lebih berorientasi pada ruang personal, khususnya pada varian 4-seater. 3. Fitur Denza D9 tampil agresif dalam urusan fitur. MPV ini dibekali layar 15,6 inci, panel instrumen digital 10,25 inci, wireless charging, konektivitas 4G, serta sistem audio Dynaudio 14 speaker. Fitur kenyamanan seperti kulkas mini, meja lipat, ambient light, hingga sistem V2L turut disematkan. Dari sisi keselamatan, tersedia ADAS lengkap, termasuk ACC, LKA, BSD, dan AEB. Alphard mengandalkan paket Toyota Safety Sense. Fitur seperti pre-collision system, adaptive cruise control, lane departure alert, serta blind spot monitoring menjadi standar keselamatan. Untuk hiburan, tersedia head unit 14 inci, MID digital 12,3 inci, wireless charger, dan sistem audio premium. Lexus LM membawa fitur ke level lebih tinggi. Selain layar 26 inci dan audio Mark Levinson, tersedia touch control panel untuk mengatur AC, sunroof, dan pencahayaan. Fitur keselamatan juga lengkap, mulai dari adaptive high beam, pre-collision system, lane departure alert, hingga dynamic radar cruise control. Denza D9 resmi meluncur di Indonesia 4. Mesin dan Performa Denza D9 mengandalkan motor listrik dengan tenaga 230 kW dan torsi 360 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim 9,5 detik, dengan jarak tempuh hingga 600 km. Sumber energinya berasal dari baterai Blade LFP 103 kWh dengan dukungan fast charging hingga 166 kW. Sebagaimana mobil listrik murni, karakter berkendara mobil ini responsif dan senyap. Alphard Hybrid menggunakan mesin A25A-FXS 2.5 liter yang dipadukan motor listrik dan transmisi CVT. Sistem ini menghasilkan tenaga 190 PS atau 187 hp dan torsi 236 Nm. Performa disalurkan secara halus, dengan fokus pada efisiensi bahan bakar dan kenyamanan berkendara. Sementara Lexus LM mengusung mesin hybrid 4-silinder berkapasitas 2,5 liter dengan kode A25A-FXS. Kombinasi ini membuat mobil memiliki kecepatan maksimal 190 km/jam dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 9,1 detik, serta menghasilkan tenaga sebesar 247 hp. 5. Suspensi dan Kenyamanan Kenyamanan menjadi nilai jual utama mobil keluarga mewah. Untuk itu, Denza D9 memakai suspensi MacPherson strut di depan dan multi-link di belakang, dipadukan sistem peredam pintar DiSus-C. Teknologi ini memungkinkan redaman menyesuaikan kondisi jalan secara otomatis, sehingga tetap stabil di kecepatan tinggi dan nyaman di jalan bergelombang. Kenyamanan semakin diperkuat kursi zero gravity dengan fitur pijat, ventilasi, dan sandaran kaki elektrik. Lexus LM jadi salah satu primadona di GIIAS 2024 Toyota Alphard mengandalkan suspensi konvensional yang disetel empuk. Karakter ini cocok untuk kondisi jalan Indonesia, baik di perkotaan maupun luar kota. Peredaman kabin yang baik juga membuat suara mesin dan jalan relatif minim masuk ke interior. Lexus LM menjadi yang paling unggul dalam aspek kenyamanan. MPV ini mengadopsi Swing Valve Shock Absorbers dengan ultra low velocity valve, yang mampu meredam getaran sekecil apa pun. Kaca double layer anti-noise dan partisi kabin semakin meningkatkan keheningan dan privasi. Jok berteknologi Adaptipedic juga memberikan kenyamanan setara kasur premium. Kendati memiliki fokus dan karakter berbeda, ketiga produk ini menawarkan interpretasi berbeda tentang MPV mewah. Pilihan akhirnya kembali pada kebutuhan, gaya hidup, dan preferensi masing-masing pengguna. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang