Lexus memperluas lini kendaraan listriknya secara global dengan menghadirkan sejumlah model Battery Electric Vehicle (BEV), mulai dari RZ hingga TZ. Namun, ada satu hal yang menarik dari strategi elektrifikasi Lexus, yakni keputusan mempertahankan nama ES pada sedan listrik terbarunya. New Lexus ES yang diperkenalkan di Indonesia pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, hadir dalam dua pilihan elektrifikasi, yakni Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan BEV melalui ES 350e. Lexus ES 350h Padahal, Lexus sebelumnya menggunakan nomenklatur 'Z' pada sejumlah model listriknya, seperti RZ. Lantas, mengapa ES 350e tidak menggunakan nama baru dengan akhiran tersebut? Lexus ES General Manager Lexus Indonesia Ima Nurbani Rahmah mengatakan, keputusan mempertahankan nama ES sudah menjadi bagian dari komitmen Lexus sejak awal pengembangan generasi terbaru tersebut. “Ini kan perubahan besar dari model ES yang sudah ada. Nah, untuk yang kali ini dia hadir dengan platform hybrid dan BEV-nya. Jadi dia memang dari awal ini adalah kelanjutan dari model ES yang sudah ada sebelumnya,” kata Ima ditemui di ICE BSD, Tangerang, beberapa waktu lalu. Menurut Ima, generasi terbaru Lexus ES tetap membawa identitas yang sama meski mengalami perubahan besar, termasuk penggunaan platform baru dan penambahan pilihan sistem penggerak listrik murni. Karena itu, Lexus tidak melihat ES 350e sebagai model yang benar-benar terpisah dari generasi ES sebelumnya. Pilihan BEV maupun hybrid justru ditempatkan sebagai opsi powertrain dalam satu lini model yang sama. Generasi terbaru Lexus ES di GIIAS 2026 “Jadi ya tidak berganti nama gitu ya. Tidak new model. Jadi, respect of the name kan? Karena kan sebenarnya BEV dan hybrid itu kan pilihan powertrain yang bisa dipilih customer. Jadi mau pilihan listrik ya BEV, kalau hybrid ya opsi HEV,” ujar Ima. Keputusan tersebut juga tidak terlepas dari sejarah panjang ES. Sedan ini telah hadir selama tujuh generasi dan menjadi salah satu model yang identik dengan karakter Lexus, terutama dari sisi kenyamanan. Pada generasi terbaru, Lexus mempertahankan karakter tersebut sekaligus memperluas pilihan elektrifikasinya. Platform baru yang digunakan All-New ES memungkinkan model ini ditawarkan dalam versi HEV maupun BEV. Dengan demikian, ES 350e bukan diposisikan sebagai awal dari sebuah lini baru, melainkan sebagai evolusi dari sedan ES yang telah dikenal konsumen Lexus selama beberapa generasi. Tidak Semua BEV Harus Pakai 'Z' Lalu, bagaimana dengan nomenklatur 'Z' yang selama ini melekat pada beberapa model listrik Lexus? Lexus memang menggunakan huruf tersebut pada RZ, salah satu model BEV yang dikembangkan sebagai bagian dari era elektrifikasi merek tersebut. RZ menggunakan basis platform elektrifikasi yang dikembangkan Toyota, yakni e-TNGA. Generasi terbaru Lexus ES hadir di GIIAS 2026 Namun, penggunaan nomenklatur 'Z' tidak serta-merta berlaku untuk seluruh model Lexus yang menggunakan tenaga listrik. Hal ini terlihat pada TZ. Model tersebut menggunakan basis yang memiliki keterkaitan dengan Lexus TX yang juga tersedia sebagai model bermesin konvensional. Dengan demikian, karakter penamaannya berbeda dengan ES yang telah memiliki sejarah panjang selama tujuh generasi. Pada ES, Lexus memilih mempertahankan nama yang sudah memiliki nilai historis dan emosional bagi konsumennya. Pilihan sistem penggerak kemudian menjadi pembeda, bukan perubahan nama model. Strategi tersebut membuat ES 350e tetap berada dalam satu keluarga dengan ES 350h. Konsumen dapat memilih teknologi penggerak sesuai kebutuhan, sementara identitas ES sebagai sedan Lexus tetap dipertahankan.