Sepeda motor listrik dikenal memiliki biaya perawatan yang relatif lebih rendah dibandingkan motor berbahan bakar bensin. Meski demikian, sejumlah komponen tetap mengalami keausan seiring pemakaian dan perlu mendapat perhatian agar performa kendaraan tetap optimal. Alfian, pemilik bengkel motor listrik AD Service, Solo, mengatakan motor listrik yang masih baru umumnya belum memerlukan banyak perawatan. Namun, setelah digunakan sekitar satu tahun, beberapa komponen mulai menunjukkan tanda-tanda keausan. Bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat "Kalau servis motor listrik, biasanya kalau pemakaian baru lima bulan itu jarang-jarang ada. Paling per satu tahun itu yang perlu diperhatikan, yang perlu diservis, penggantian part, ban," kata Alfian saat ditemui Kompas.com, belum lama ini. Menurut dia, selain ban, pemilik motor listrik juga perlu memperhatikan kondisi seal pada beberapa komponen. Seal yang mulai aus dapat memengaruhi kenyamanan dan kinerja kendaraan jika dibiarkan terlalu lama. Alfian juga menyebut komstir menjadi salah satu komponen yang cukup sering bermasalah, terutama pada sepeda listrik. Kondisi tersebut biasanya ditandai dengan munculnya getaran pada bagian setang saat kendaraan melaju. "Rata-rata itu sama di seal-nya. Kadang komstir, jadi dibuat jalan itu geter. Itu sering. Kalau di sepeda listrik itu sering," katanya. Selain komponen mekanis, baterai juga berpotensi mengalami penurunan performa apabila digunakan dengan kebiasaan yang kurang tepat. Ia juga mengingatkan agar pengguna tidak terlalu sering mengandalkan fast charging, terutama jika memang tidak diperlukan. Meski beberapa motor listrik sudah mendukung fitur tersebut, penggunaan fast charging secara terus-menerus dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai dan mempersingkat usia pakainya. Dengan perawatan berkala dan kebiasaan penggunaan yang tepat, berbagai komponen motor listrik dapat bertahan lebih lama sehingga performa kendaraan tetap optimal dan biaya perbaikan dapat ditekan.