Nissan Livina menjadi salah satu pilihan mobil keluarga yang cukup banyak digunakan oleh masyarakat Ibu Kota. Meski pamornya tak setenar Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia yang merupakan pesaing di kelas MPV keluarga. Salah satunya penggunanya bernama Yudha, warga Depok, menceritakan pengalaman menggunakan Nissan Livina sejak 2020. Keputusan Yudha memilih kembaran Mitsubishi Xpander itu bukan tanpa alasan. Saat itu, pandemi Covid-19 baru saja melanda, dan kebutuhan akan mobil pribadi yang mampu menampung keluarga serta barang bawaan menjadi penting. “Waktu itu secara dana dan kebutuhan untuk mobil keluarga terpenuhi. Karena pandemi juga, jadi butuh kendaraan pribadi yang bisa muat banyak orang dan barang,” ujar Yudha kepada Kompas.com, Kamis (13/11/2025). Selama hampir lima tahun pemakaian, Yudha mengaku cukup puas dengan performa Livina miliknya. Mesin 1.500 cc yang digunakan dianggap responsif dan efisien untuk perjalanan jarak jauh. “Tenaganya bandel, untuk ukuran mobil 1.500 cc masih cukup irit. Kalau dipakai mudik ke Semarang, isi full keluarga dan barang juga masih oke,” kata Yudha. Dari catatan Yudha, konsumsi bahan bakar Livina berkisar di angka 13–15 km per liter, tergantung kondisi jalan yang dilalui. Angka itu tergolong efisien untuk MPV dengan kapasitas penumpang tujuh orang. Nissan Livina Namun, pengalaman lima tahun tentu tak lepas dari beberapa catatan soal kekurangan mobil tersebut. Yudha sempat mengalami kendala pada shockbreaker belakang yang bocor, tapi masalah itu cepat ditangani oleh pihak diler. “Sempat ada pergantian shockbreaker belakang gratis dari pihak APM, karena katanya memang ada beberapa unit yang alami kebocoran. Setelah diganti, aman sampai sekarang,” kata dia. Selain itu, Yudha menilai lampu utama bawaan Livina terasa kurang terang saat digunakan di malam hari. “Headlamp-nya masih standar, jadi agak kurang terang kalau jalan malam,” kata Yudha. Sebagai pengguna varian VL, Yudha mengakui fitur Livina cukup lengkap, tapi masih ada perbedaan dibandingkan “saudaranya” Mitsubishi Xpander Ultimate. “Kalau dibandingkan sama Xpander Ultimate, fitur seperti cruise control enggak ada di Livina VL,” ujarnya. Sementara dari sisi biaya perawatan, Livina dinilai sedikit lebih tinggi dibanding MPV lain di kelas yang sama seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, atau Suzuki Ertiga. “Harga perawatannya relatif lebih mahal dibanding Avanza, Xenia, dan Ertiga,” kata Yudha. Secara keseluruhan, Yudha menilai Nissan Livina sebagai mobil keluarga yang nyaman, bertenaga, dan cukup irit untuk perjalanan jauh. Meski perawatan lebih mahal dan ada beberapa kekurangan kecil, mobil ini tetap bisa diandalkan untuk kebutuhan keluarga sehari-hari. Kesimpulan Plus : Irit, mesin bandel, kabin luas.Minus : Perawatan cukup mahal untuk MPV di kelasnya, minim fitur Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.