Insiden perselisihan di jalan raya yang melibatkan rombongan motor gede (moge) dengan pengguna jalan lain kembali menjadi sorotan. Belum lama ini, media sosial diramaikan oleh video yang memperlihatkan cekcok antara rombongan moge berompi Motor Besar Club Indonesia (MBCI) Bogor dengan pengemudi mobil di dekat Flyover Gaplek, Pamulang, Tangerang Selatan. Kasus seperti ini bukan kali pertama terjadi. Gesekan emosi di jalan raya seolah kerap berulang setiap kali rombongan kendaraan berkapasitas mesin besar melintas. Ilustrasi moge touring. Sentimen dan Kecemburuan Sosial Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan bahwa gampangnya masyarakat bersinggungan dengan komunitas moge dibentuk oleh persepsi publik yang terakumulasi sekian lama. "Mungkin ini dibentuk oleh image pada pemoge atau kesalahan satu-dua oknum, ditambah lagi dengan kecemburuan masyarakat. Karena kita tahu moge itu eksklusif dan mahal dibandingkan motor biasa," ujar Jusri kepada Kompas.com, Selasa (15/9/2026). Jusri menambahkan, karakter moge yang memiliki dimensi besar serta suara knalpot yang lebih keras terdengar juga bisa memicu rasa ketidaknyamanan bagi pengguna jalan lain. "Akhirnya timbul lah kecemburuan sosial. Sehingga ketika terjadi satu hal yang dianggap tidak sewajarnya, terjadilah eskalasi emosi berupa perilaku perlawanan seperti memaki, menyumpahi, bahkan memepet, baik dari masyarakat ke pemoge maupun sebaliknya," kata dia. Kompilasi rasa tidak senang yang terpendam tersebut, lanjut Jusri, kerap memicu tindakan impulsif saat terjadi gesekan kecil di lapangan. Simpati dan Saling Meredam Emosi Untuk mencegah insiden serupa terus berulang, Jusri mengingatkan pentingnya tenggang rasa dari kedua belah pihak, terutama bagi para pemilik moge saat berada di ruang publik. Harley Owners Group (HOG). "Dalam konteks agar tidak terjadi insiden, kedua belah pihak, pemoge juga diminta untuk lebih bersimpati. Karena motor ini mahal dan dimensinya besar, itu sudah bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan lain," tutur Jusri. Ia mengimbau, baik pengguna moge maupun masyarakat luas, hendaknya saling menahan diri dan mengendalikan emosi demi menjaga ketertiban serta keselamatan bersama di jalan raya.