Marc Marquez terus memacu proses pemulihannya jelang MotoGP Jerez yang dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2026. Pebalap Ducati tersebut kini berpacu dengan waktu untuk kembali ke performa terbaik di awal musim. Marquez sudah kembali berlatih dengan motor di sirkuit karting MotorLand Aragon. Ia terlihat mengendarai Ducati Panigale V2 dalam sesi yang difokuskan untuk mengembalikan feeling berkendara. Meski sudah kembali ke lintasan, kondisi fisik masih menjadi perhatian utama. Pebalap asal Spanyol itu masih membalut lengan kanan, imbas cedera yang didapat saat terjatuh di sesi FP1 MotoGP Austin. Cedera tersebut dikabarkan berupa hematoma di bagian lengan, yang cukup krusial bagi pebalap karena memengaruhi kekuatan dan daya tahan saat balapan. Performa Marquez di awal musim 2026 belum sesuai ekspektasi. Dari tiga seri yang sudah berlangsung, ia tertinggal 36 poin dari pimpinan klasemen sementara, Marco Bezzecchi. Sejauh ini, hasil terbaik yang diraih Marquez adalah kemenangan di Sprint Race Brasil. Namun, capaian tersebut belum cukup untuk menjaga konsistensi dalam perburuan gelar juara. Ia mengakui performanya dipengaruhi berbagai faktor. “Ini kombinasi dari banyak hal,” ujar Marquez, dikutip dari Motosan.es, Jumat (10/6/2026). Pebalap MotoGP asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, bereaksi di dalam garasi timnya pada hari kedua tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang pada 4 Februari 2026. Ia merujuk pada adaptasi dengan motor, performa di lap awal, hingga kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih. Di sisi lain, rival seperti Aprilia Racing tampil cukup kompetitif di awal musim, membuat persaingan semakin ketat. Balapan di Sirkuit Jerez menjadi peluang penting bagi Marquez untuk memperbaiki performa. Trek tersebut dikenal cukup cocok dengan karakter balapnya. Target utamanya adalah mengembalikan rasa percaya diri, terutama saat start dan lap awal, sekaligus memangkas selisih poin di klasemen. Dengan kondisi saat ini, Jerez bukan sekadar seri balapan biasa, tetapi juga bisa menjadi titik balik bagi perjalanan Marquez di musim ini. Serangkaian cedera yang dialami membuat pendekatan Marquez terhadap balapan ikut berubah. Kini, ia lebih mengedepankan keseimbangan antara ambisi dan kondisi fisik. “Orang bilang saya tidak pernah puas, mungkin benar. Tapi yang jelas, menang atau kalah, saya selalu ingin lebih baik,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi tubuh, terutama setelah mengalami cedera besar pada 2020. “Dari situ saya belajar bahwa tubuh tidak selalu kuat, dan kita harus tahu kapan berhenti dan merawat diri,” kata Marquez. Meski menghadapi berbagai kendala, Marquez menegaskan belum menyerah dalam perburuan gelar. “Saya masih haus untuk jadi lebih baik,” ujarnya. Dengan musim yang masih panjang, peluang untuk bangkit tetap terbuka. Namun, kondisi fisik akan menjadi faktor penting dalam menentukan performanya ke depan. Balapan di Jerez nantinya bukan hanya soal hasil, tetapi juga menjadi penentu arah perjalanan Marquez di musim 2026. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang