Di tengah fokus pasar yang lebih banyak tertuju pada mobil listrik penumpang, Mitsubishi ternyata masih memiliki produk kendaraan listrik niaga yang terus dipasarkan di Indonesia. Model tersebut adalah Mitsubishi L100, mobil listrik ringan untuk kebutuhan komersial yang keberadaannya kerap luput dari perhatian publik. Direktur Divisi Penjualan dan Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwan Kuncoro, menegaskan bahwa L100 belum dihentikan penjualannya. Mobil listrik niaga ini tetap menjadi bagian dari strategi elektrifikasi Mitsubishi di Tanah Air. Mobil listrik niaga Mitsubishi Minicab MiEv “Enggak, sebenarnya L100 masih dijual. Ya ini dia, makanya kalau dibilang elektrifikasi, sebetulnya Mitsubishi juga satu line-up baterai EV itu ada, yaitu L100,” ujar Irwan di Jakarta (8/2/2026). Meski bukan menyasar konsumen mobil penumpang, Mitsubishi L100 tetap diproduksi dan dipasarkan secara resmi. “Walaupun ini bukan passenger car ya, tapi itu kita produksi dan kita jual. Jadi sekitar, mungkin tahun lalu ada 100 unit yang terjual,” kata dia. Mobil listrik Mitsubishi L100 EV digunakan buat layanan home service Irwan mengakui, pasar kendaraan listrik niaga seperti L100 memang relatif kecil. Namun, permintaannya tetap ada, terutama untuk kebutuhan operasional tertentu. “Jadi memang, walaupun ini light commercial vehicle, pasarnya memang kecil sekali, tapi ada,” kata Irwan. Keberadaan L100 juga disebut menjadi bukti nyata bahwa Mitsubishi telah memiliki teknologi kendaraan listrik, bukan sekadar wacana. Kabin Mitsubishi L100 EV “Itu juga salah satu bukti bahwa teknologi Mitsubishi untuk EV itu ada. Untuk tahun ini baru kita akan mulai untuk passenger car-nya,” ucap Irwan. Dari sisi wilayah pemasaran, penjualan Mitsubishi L100 saat ini masih terkonsentrasi di kawasan Jabodetabek. Irwan menyebut kondisi tersebut sejalan dengan fenomena penjualan mobil listrik secara umum di Indonesia. “Iya (masih di Jabodetabek). Fenomena di Jakarta saja itu memang di passenger car yang BEV pun seperti itu, 80 persen itu ada di Jakarta,” ujarnya. Mitsubishi L100 EV Menurut Irwan, percepatan adopsi kendaraan listrik memang terjadi, namun masih terpusat di wilayah tertentu. “Jadi memang terjadi percepatan elektrifikasi, tapi memang masih 80 persen itu di Jabodetabek. Ya, karena misalnya faktor ganjil-genap, nah itu kan cuma ada di Jakarta ya,” kata dia. kota besar lain juga mulai menunjukkan minat terhadap kendaraan listrik, skalanya belum sebesar di Ibu Kota. Ilustrasi booth Mitsubishi di IIMS 2026 “Kota-kota besar juga terjadi sih pembelian mobil-mobil listrik, tapi sepertinya belum masif,” ucap Irwan. Dengan kondisi tersebut, Mitsubishi memastikan L100 tetap dipasarkan hingga saat ini. Keberlanjutan penjualan Mitsubishi L100 menunjukkan bahwa segmen kendaraan listrik niaga masih memiliki ceruk pasar tersendiri. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang