Marc Marquez memilih tidak terburu-buru memperpanjang kontraknya bersama Ducati. Bukan karena negosiasi alot, melainkan karena ia ingin memastikan satu hal, kondisi fisiknya benar-benar siap. Pebalap berjuluk The Baby Alien itu mengaku belum ingin menandatangani kontrak baru dalam keadaan cedera. Baginya, memahami kondisi tubuh sendiri setelah pemulihan jauh lebih penting sebelum membuat komitmen jangka panjang. “Saya meminta satu hal yang jelas kepada Ducati. Saya tidak ingin menandatangani apa pun dalam kondisi cedera. Saya ingin memulai musim, ingin merasa baik secara fisik,” ujar Marquez, dikutip dari Motosan.es, Rabu (4/3/2026). Menurutnya, setiap cedera pasti meninggalkan dampak, sekecil apa pun itu. “Setelah cedera, Anda tidak pernah benar-benar tahu di mana 100 persen kemampuan Anda. Kadang turun 1 persen, kadang 20 persen. Saya sendiri tidak tahu sekarang ini apakah sudah 100 persen atau belum,” katanya. Musim 2026 tidak dimulai dengan mulus bagi juara dunia bertahan tersebut. Pada seri pembuka di Thailand, Marquez harus menerima penalti turun satu posisi saat Sprint Race, lalu mengalami masalah ban belakang pada balapan utama. Pebalap MotoGP asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, bereaksi di dalam garasi timnya pada hari kedua tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang pada 4 Februari 2026. Hasil itu membuat akhir pekannya jauh dari kata ideal. Ducati pun tak tampil dominan dan kalah bersaing dari Aprilia serta Marco Bezzecchi yang tampil impresif. “Saya merasa sama saja sepanjang akhir pekan, tidak lebih baik atau lebih buruk. Masalahnya sama, kelebihannya juga sama. Hanya saja ada satu pembalap yang tampil di atas semua, yaitu Bezzecchi, dan satu pabrikan yang terlihat lebih unggul, yakni Aprilia,” ujar Marquez. Ia bahkan mengaku sudah mencoba menyamai simulasi kecepatan Bezzecchi saat tes pramusim, namun justru terjatuh. Karena itu, saat balapan utama ia memilih pendekatan lebih konservatif demi menjaga kondisi fisik dan memastikan finis. Di sisi lain, Marquez juga menyinggung soal masa depan. Ia sadar, cepat atau lambat akan ada generasi baru yang mengambil alih panggung utama MotoGP. “Cepat atau lambat, mungkin lebih cepat dari yang saya kira, akan ada anak muda yang berkata, sekarang giliran kami. Itu hukum olahraga,” ujarnya. Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, merayakan kemenangan Sprint Race Moto GP Catalunya di Circuit de Barcelona-Catalunya pada 6 September 2024 di Montmelo di pinggiran Barcelona. (Foto oleh Josep LAGO / AFP) Meski demikian, ia menegaskan keputusan pensiun bukan sesuatu yang bisa direncanakan jauh-jauh hari. “Pensiun adalah hal tersulit bagi atlet. Menentukan kapan dan bagaimana itu tidak mudah. Itu keputusan yang akan saya rasakan nanti,” katanya. Untuk saat ini, fokus utama Marquez adalah satu, memastikan dirinya benar-benar kembali ke performa terbaik sebelum mengikat masa depan dengan Ducati. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang