Balapan MotoGP Qatar 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 12-14 April mendatang saat kini belum bisa dipastikan terlaksana. Memanasnya konflik di Timur Tengah membuat penyelenggara yaitu MotoGP Sports Entertainment Group (MotoGP SEG) mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk penundaan. Situasi ini dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari kepada Iran, yang memicu aksi balasan di sejumlah wilayah. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara politik dan keamanan, tetapi juga mengganggu lalu lintas penerbangan internasional akibat penutupan sejumlah wilayah udara. Fabio Di Giannantonio saat berlaga pada MotoGP Qatar 2025 CEO MotoGP SEG, Carmelo Ezpeleta, mengakui bahwa balapan di Sirkuit Losail, Qatar berpotensi terdampak. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi. “Apakah mungkin kembali di tanggal lain? Jangan khawatir. Kami selalu punya rencana B,” ujar Ezpeleta dikutip dari Crash, Kamis (5/3/2026). Ia menegaskan bahwa komunikasi dengan pihak Qatar masih terus berlangsung. Sambil kemudian melihat perkembangan di wilayah konflik. “Kita harus menunggu, saya tidak bisa mengatakan sekarang bahwa kami tidak gelar balapan. Sejak Minggu kami sudah berbicara dengan pihak Qatar, dan kami akan membuat keputusan. Kemungkinan kecil kami pergi ke Qatar pada 12 April, tetapi saya juga tidak bisa mengatakan bahwa kami pasti tidak akan balapan,” katanya. Rider Ducati Lenovo Marc Marquez (kanan) dan pebalap Red Bull KTM Tech3 Maverick Vinales berlomba selama Grand Prix MotoGP Qatar di Sirkuit Internasional Lusail di Lusail, utara Doha, pada 13 April 2025. Sebelumnya, dampak konflik sudah lebih dulu dirasakan ajang World Endurance Championship (WEC). Seri pembuka musim 2026 yang seharusnya digelar di Qatar pada 28 Maret resmi dipindahkan ke waktu lain. Meski demikian, Ezpeleta memastikan MotoGP tidak akan mencari lokasi pengganti apabila seri MotoGP Qatar benar-benar tidak bisa digelar sesuai jadwal. “Pergi ke tempat lain? Jelas tidak. Apakah bisa dimasukkan lagi ke dalam jadwal? Kami sangat ahli dalam menyusun kalender. Kami akan segera tahu. Kami masih menunggu kabar dari mereka. Waktu masih ada,” ujarnya. Artinya, jika balapan ditunda, besar kemungkinan tetap digelar di Qatar pada tanggal berbeda, bukan dipindahkan ke negara lain. Jorge Martin saat berlaga pada MotoGP Qatar 2025 MotoGP 2026 baru saja memulai musim di Thailand, akhir pekan lalu. Seri kedua dan ketiga akan digelar di Brasil dan Amerika Serikat pada akhir Maret 2026. Tak hanya MotoGP, Formula 1 juga dijadwalkan menggelar dua seri di Timur Tengah pada pertengahan April, yakni GP Bahrain dan GP Arab Saudi. Namun, keduanya kini ikut dipantau ketat menyusul situasi keamanan di kawasan tersebut. Sementara itu, seri pembuka F1 di Australia akhir pekan ini dipastikan tetap berjalan karena tim menggunakan penerbangan carter untuk mengantisipasi gangguan perjalanan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang