PT Indomobil Emotor Internasional menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan industri kendaraan listrik di Tanah Air. Merek motor listrik dari Indonesia tersebut telah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 50 persen, di atas standar minimum 40 persen yang menjadi acuan bagi kendaraan listrik. CEO PT Indomobil Emotor Internasional Pius Wirawan mengatakan, pengembangan kendaraan listrik tidak cukup hanya dengan menghadirkan produk ke pasar. Diperlukan fondasi industri, jaringan penjualan, serta dukungan purna jual yang memberikan kepastian kepada konsumen dalam jangka panjang. "Kami juga perlu memastikan proses produksinya melibatkan industri dalam negeri, produknya sesuai dengan karakter penggunaan di Indonesia, serta konsumen memiliki akses terhadap jaringan dealer, layanan, dan suku cadang ketika dibutuhkan," ujar Pius dalam keterangan resmi, Jumat (14/8/2026). Dirakit di Dalam Negeri Seluruh lini motor listrik Indomobil eMotor dirakit di fasilitas National Assembler (NA) di Jalan Raya Bekasi KM 18, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. Melalui proses perakitan di dalam negeri serta keterlibatan komponen lokal, maka tercapai TKDN 50 persen sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem manufaktur kendaraan listrik nasional. Indomobil Emotor Sprinto Produk Menyesuaikan Karakter Jalan Indonesia Selain aspek produksi, Indomobil eMotor mengembangkan lini produknya dengan mempertimbangkan kondisi jalan, kebutuhan jarak tempuh, dan mobilitas perkotaan di Indonesia. Saat ini tersedia enam pilihan model, yakni QT, QT Pro, Adora, Sprinto, Tyranno, dan Tyranno X, masing-masing dengan karakter dan kemampuan berbeda untuk menjawab kebutuhan konsumen yang beragam. Ditopang 156 Jaringan Diler Indomobil eMotor telah didukung 156 jaringan diler di berbagai wilayah Indonesia, yang memberikan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi produk, layanan perawatan, hingga dukungan teknis. Motor listrik Indomobil Emotor QT Menurut Pius, kepercayaan terhadap kendaraan listrik sangat dipengaruhi oleh kesiapan layanan setelah kendaraan sampai ke tangan pelanggan. "Konsumen ingin mengetahui ke mana harus datang ketika membutuhkan perawatan, pemeriksaan, maupun penggantian komponen. Karena itu, perluasan jaringan dealer menjadi salah satu fokus kami," kata Pius. Selain jaringan diler, seluruh lini produk Indomobil eMotor juga memiliki dukungan ketersediaan suku cadang, sehingga konsumen tetap mendapatkan penanganan saat membutuhkan perawatan maupun penggantian komponen. Dengan dukungan produksi lokal, TKDN 50 persen, jaringan 156 diler, serta kesiapan layanan dan suku cadang, Indomobil eMotor berupaya membangun ekosistem kendaraan listrik yang tak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pengalaman kepemilikan konsumen secara menyeluruh. "Produk, produksi lokal, jaringan diler, serta layanan purna jual harus berjalan bersama agar kendaraan listrik semakin mudah diterima dan digunakan masyarakat," tutup Pius.