PT Astra International Tbk (ASII) melaporkan penjualan kendaraan roda empat atau lebih pada tujuh bulan pertama tahun ini mencapai 261.440 unit. Jumlah tersebut berkuasa 50 persen terhadap total pasar yang mencatatkan angka 517.726 unit Namun, persaingan dengan merek di luar Grup Astra semakin ketat. Pada periode sama, merek di luar Grup Astra membukukan penjualan sebanyak 256.286 unit. Artinya, selisih penjualan antara Astra dan non-Astra hanya sekitar 5.154 unit. Persaingan tersebut semakin terlihat pada Juli 2026. Penjualan grup tercatat 39.069 unit sedangkan non-Astra mencapai 42.032 unit. Dengan demikian, untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir, penjualan bulanan non-Astra ada di atas Astra. Secara nasional, penjualan mobil pada Juli mencapai 81.101 unit. Penjualan Astra masih tumbuh Head of Corporate Communications ASII Windy Riswantyo menyampaikan, industri otomotif nasional hingga Juli 2026 mencatatkan pertumbuhan positif, dan pada periode yang sama penjualan kendaraan roda empat Grup Astra juga tumbuh 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara ditel, pada Januari-Juli 2025, penjualan Astra tercatat 233.405 unit. Angka tersebut meningkat menjadi 261.440 unit pada periode yang sama tahun ini, atau tumbuh sekitar 12 persen. Pertumbuhan pasar secara keseluruhan bahkan lebih tinggi. Penjualan nasional Januari-Juli 2025 tercatat sekitar 437.532 unit, kemudian naik menjadi 517.726 unit pada 2026. Kondisi tersebut membuat pangsa pasar Astra turun dari sekitar 53 persen pada Januari-Juli 2025 menjadi sekitar 50 persen pada periode yang sama tahun ini. Penjualan mobil bekas MPV dan LMPV naik menjelang lebaran "Pada tujuh bulan pertama tahun ini, pangsa pasar penjualan mobil Grup Astra mencapai 50 persen," kata Windy. "Astra terus mencermati dinamika pasar otomotif nasional dan berkomitmen untuk menjaga kualitas produk dan layanan kepada pelanggan, didukung oleh jaringan penjualan, pembiayaan, dan layanan purnajual yang terintegrasi guna memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan," lanjutnya. Toyota masih jadi kontributor terbesar Dari total penjualan Astra sepanjang Januari-Juli 2026, Toyota dan Lexus menjadi kontributor terbesar dengan 156.336 unit. Di bawahnya terdapat Daihatsu dengan 87.670 unit, disusul Isuzu sebanyak 16.906 unit.Sementara itu, penjualan UD Trucks yang juga masuk dalam kelompok Astra mencapai 528 unit sepanjang periode tersebut. Jika digabungkan, penjualan Toyota dan Daihatsu menyumbang lebih dari 90 persen volume penjualan mobil Astra pada tujuh bulan pertama tahun ini. Di sisi lain, persaingan dari merek non-Astra juga semakin beragam. Mitsubishi Motors dan Mitsubishi Fuso mencatatkan penjualan gabungan sebanyak 61.235 unit, sementara Suzuki membukukan 41.973 unit. Ilustrasi jajaran produksi Daihatsu di segmen LCGC (Low Cost Green Car) atau mobil murah. Adapun BYD dan Denza yang tergabung dalam pencatatan tersebut mencapai 32.808 unit. Honda menyusul dengan 21.260 unit. LCGC masih jadi kekuatan Astra Segmen Low Cost Green Car (LCGC) juga menjadi salah satu area yang masih kuat dikuasai Astra. Total penjualan LCGC sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 64.633 unit. Dari jumlah tersebut, produk Astra menguasai sekitar 79 persen pasar LCGC. Pangsa tersebut menunjukkan bahwa Toyota dan Daihatsu masih memiliki posisi kuat di segmen kendaraan entry level, meski persaingan di pasar mobil secara keseluruhan semakin ketat.