Di tengah belum kembalinya subsidi motor listrik dari pemerintah, Polytron memilih mengambil langkah berbeda. Produsen elektronik nasional ini tetap menjaga daya beli konsumen dengan memberikan subsidi atau diskon secara mandiri. Subsidi mandiri dari Polytron bahkan nilainya setara dengan bantuan pemerintah sebelumnya, yakni hingga Rp 7 juta per unit. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, mengakui bahwa kondisi pasar motor listrik pada tahun lalu sempat mengalami penurunan dibandingkan 2024. Hal itu tidak lepas dari absennya subsidi besar dari pemerintah. “Tahun lalu turun sedikit dibanding 2024, karena 2024 ada subsidi besar dari pemerintah. Tahun lalu kita murni pakai tenaga sendiri,” ujar Tekno di Jakarta (20/1/2026). Meski begitu, Polytron menilai pasar motor listrik justru mulai menunjukkan kedewasaan. Konsumen dinilai semakin terbuka terhadap kendaraan listrik, meskipun insentif pemerintah tak lagi tersedia. “Pasar sebenarnya sudah lebih menerima. (Tahun lalu) kami yang memberikan subsidi, jangan salah. Kami menggantikan subsidi pemerintah,” ucap Tekno. Polytron Fox 200 Langkah ini bukan tanpa perhitungan. Polytron memastikan bahwa subsidi mandiri tersebut masih bisa dijalankan secara berkelanjutan, berkat strategi efisiensi menyeluruh di internal perusahaan. “(Subsidi mandiri) masih oke (untuk tahun 2026). Kami terus reengineering produk, material plastik, metal, desain, supaya cost turun tanpa mengurangi performa. Distribusi juga kita efisiensikan,” kata dia. Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Polytron masih memberlakukan diskon menarik untuk tiga motor listrik andalannya, yakni Fox 200, Fox 350, dan Fox 500. Polytron Fox 500 Di segmen entry level, Polytron Fox 200 yang dikenal sebagai motor listrik ringkas untuk kebutuhan harian kini mengalami penurunan harga paling signifikan. Dari harga awal Rp 18.500.000, motor ini kini bisa dibeli hanya dengan Rp 11.500.000, atau turun Rp 7 juta. Naik ke kelas menengah, Polytron Fox 350 yang menawarkan performa lebih bertenaga serta jarak tempuh lebih jauh juga mendapat potongan besar. Dari harga normal Rp 34.500.000, kini menjadi Rp 27.500.000. Sementara itu, model tertinggi Polytron Fox 500, yang dikenal memiliki performa paling kuat dan fitur paling lengkap, juga mendapatkan diskon Rp 7 juta. Harganya turun dari Rp 43.100.000 menjadi Rp 38.100.000. Polytron Fox 200 Dengan strategi subsidi mandiri ini, Polytron ingin menegaskan posisinya sebagai pemain serius di pasar motor listrik nasional. Tanpa menunggu kebijakan pemerintah, Polytron memilih bergerak lebih dulu, menjaga momentum pasar sekaligus memberi sinyal bahwa motor listrik tetap bisa terjangkau lewat inovasi dan efisiensi internal. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang