Tidak semua sepeda motor mudah ditangani bengkel umum. Sejumlah mekanik mengaku ada jenis motor dan jenis kerusakan tertentu yang justru mereka hindari. Sebut saja alasasn seperti bongkar bodi yang rumit, perkabelan yang rewel, hingga sparepart yang sulit dicari di pasaran. Komstir PCX dan ADV Jadi Momok Pemilik Garage +62 Dustin, mengatakan bengkelnya menolak sejumlah pekerjaan tertentu, salah satunya penggantian komstir pada Honda PCX dan ADV. Ilustrasi skutik bongsor Honda PCX 160, ADV 160, dan Stylo 160 di diler Honda "Cuma ada beberapa motor memang kita ga terima kerjaannya. Contoh, ganti komstir PCX & ADV. Itu kita enggak terima karena jujur, bongkar bodinya susah, ribet, dan rentan jadi renggang," ujar Dustin kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut Dustin, konstruksi bodi PCX dan ADV membuat proses bongkar pasang menjadi tidak sederhana dibanding motor matik lain seperti NMAX atau Aerox yang menurutnya lebih mudah dibongkar. Selain dua motor Honda tersebut, Dustin menyebut motor Suzuki juga jarang ia tangani, bukan karena sulit dari sisi teknis, melainkan karena stok sparepartnya tidak tersedia di bengkelnya. "Paling sama Suzuki sih. Saya nggak stok sparepartnya, karena memang motornya jarang," kata Dustin. Kabel dan Kelistrikan, Momok Semua Mekanik Yudhi, pemilik Yud33 Motor menilai kendala terbesar yang kerap dihadapi mekanik justru ada pada sistem kelistrikan, bukan komponen mekanis. "Kendala semua mekanik biasanya perkabelan, entah itu ada putus serabut kabel di tengah kabel bodi, ada putus di soket, atau terbakar. Kita mendeteksinya yang harus teliti," kata Yudhi kepada Kompas.com. Komparasi Honda BeAT Street vs Suzuki Nex Crossover Ia menjelaskan, motor-motor bersistem injeksi lebih rawan mengalami masalah kelistrikan karena ukuran kabel bodinya yang kecil. Contoh Honda Beat keluaran 2020 ke atas kerap bermasalah pada fuel pump yang tiba-tiba mati, tarikan motor melambat, motor brebet, hingga gangguan kelistrikan lain. Sementara pada motor Yamaha seperti NMAX New, Aerox, dan Lexi, ia menyebut masalah yang umum terjadi adalah munculnya kode error 12, kerusakan sensor CKP, atau kabel spul yang terbakar. Berbeda dari dua bengkel sebelumnya, Haris dari Chaves Motor menyebut Yamaha Lexi sebagai motor paling sulit ditangani di bengkelnya. Alasannya, kompleksitas sistem kelistrikan dan sensor pada motor tersebut sulit diatasi tanpa alat pendeteksi khusus. Komparasi Honda Vario 160 Evo dan Yamaha Lexi LX 155 "Ya susah, Yamaha Lexi. Dari kelistrikan, perkabelan, sensornya banyak. Soalnya kan bengkel saya masih manual, tidak pakai alat untuk deteksi masalah," kata Haris kepada Kompas.com. Ia mengaku pernah menghabiskan waktu satu hari penuh hanya untuk mencari sumber kerusakan pada motor tersebut. Meski proses diagnosis memakan waktu, Haris menyebut ketersediaan sparepart bukan lagi kendala besar berkat kemudahan belanja daring. Kawasaki Ninja 250 di IIMS 2026 Kawasaki Kalah Saing Soal Sparepart Billy, Petugas dari SB Motor, punya pandangan berbeda. Menurutnya, motor yang paling jarang ia tangani justru dari merek Kawasaki, bukan karena tingkat kesulitan pengerjaan, melainkan minimnya ketersediaan komponen di pasaran. "Yang susah ditangani biasanya motor-motor Kawasaki. Soalnya sparepart susah dicari, dia beda juga komponen-komponennya. Jadi biasanya kita kalau Kawasaki jarang ditangani," ujar Billy kepada Kompas.com. Sementara itu, ia menyebut motor Suzuki masih bisa ditangani selama sparepart tersedia. Adapun untuk motor Yamaha dan Honda, Billy mengaku bengkelnya sudah sangat terbiasa menanganinya. Diskon motor Honda berlaku buat sejumlah model pada September 2024, salah satunya buat Honda Sonic 150R Honda Sonic dan Motor Besar Terakhir, Bara Mekanik dari bengkel Modifikasi Ori menyebut Honda Sonic sebagai motor paling menyulitkan di tempatnya. Bukan soal kerusakan yang kompleks, melainkan posisi komponen yang sulit dijangkau tangan mekanik. "Yang paling sulit biasanya di Honda, Honda Sonic. Yang bikin sulitnya itu sebenarnya posisinya, sempit buat dijangkau tangan, untuk selap-selipnya," kata Bara kepada Kompas.com. Selain itu, penggantian komstir pada skutik berbodi besar seperti Yamaha XMAX, Honda ADV, dan Honda PCX juga membutuhkan waktu pengerjaan lebih lama dibanding motor lain. "Terus ganti komstir buat motor yang gede seperti XMAX, ADV, atau PCX. Sebenarnya bukan sulit, tapi lebih ke banyak pengerjaannya," ujar Bara Dari lima bengkel yang ditemui, tampak bahwa kesulitan menangani motor tidak selalu berkaitan dengan merek tertentu, melainkan kombinasi dari desain bodi, kompleksitas sistem kelistrikan, ketersediaan sparepart, hingga kelengkapan alat diagnosis yang dimiliki masing-masing bengkel.