Area parkir resmi tidak selalu terbebas dari risiko pencurian. Kendaraan yang ditinggalkan dalam kondisi terparkir tetap bisa menjadi sasaran. Kasus pencurian bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Mulai dari unit dibawa kabur, barang di dalam mobil, hingga dalam kasus tertentu, komponen kendaraan seperti roda mobil. Ketua Indonesia Parking Association (IPA) Rio Octaviano mengatakan, pencuri biasanya tidak melakukan aksinya secara sembarangan. Aksi pencurian tidak selalu dilakukan secara spontan. Pelaku dapat lebih dulu mengamati kondisi lokasi sebelum menjalankan aksinya. “Cuma kalau kita lihat berapa lama pencuri ini beraksi, saya belum tahu," kata Rio kepada Kompas.com, Rabu (23/9/2026). “Tapi yang pasti, mereka tidak akan sembrono. Mereka tidak akan gegabah melakukan pencurian, karena biasanya modus itu mereka punya SOP (cara tertentu), ya dalam tanda kutip," ujarnya. Pantau lokasi Menurut Rio, pelaku dapat melakukan pengawasan dan survei sebelum menjalankan aksinya. Setelah mengetahui kondisi lokasi, pelaku kemudian dapat membagi tugas sebelum melakukan pencurian. “SOP pertama adalah mengawasi dulu. Dia akan survei dulu, setelah survei dia mulai bagi tugas, terus baru mereka modif, biasanya gitu sih," katanya. Pola tersebut menunjukkan bahwa keamanan parkir tidak cukup hanya dengan menyediakan lahan dan petugas penjaga. Pengelola juga perlu mengetahui aktivitas yang terjadi di area parkir, terutama pada titik-titik yang sulit dipantau secara langsung. Ilustrasi parkir pararel Pentingnya CCTV Rio mengatakan, keberadaan CCTV menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pengelola parkir. “Kalau berapa lama, saya kurang paham juga. Kalau saran untuk pemilik parkir, menurut saya memang tetap harus ada CCTV. Memang harus ada CCTV yang bisa cover beberapa lokasi," katanya. CCTV dapat membantu pengelola memantau area parkir sekaligus menjadi bagian dari dokumentasi ketika terjadi suatu kejadian. Keberadaan kamera juga dapat membantu memastikan aktivitas kendaraan sejak masuk hingga keluar dari area parkir, terutama pada lokasi parkir yang menggunakan sistem akses atau pencatatan. Sistem parkir pintar eNOS dirancang untuk memberikan pengalaman parkir yang benar-benar tanpa sentuhan. Parkiran yang Jelas Risiko pencurian membuat pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan tempat ketika hendak memarkirkan mobil. Menurut Rio, pemilik kendaraan sebaiknya memilih lokasi parkir yang memiliki sistem pengelolaan yang jelas. “Pemilik mobil itu pastinya diganti oleh pengelola parkir, untuk siapa pun yang mengelola parkir," katanya “Tapi secara umum, pemilik mobil ini kalau bisa parkir di tempat-tempat yang memang dikelola secara profesional,” ujar Rio. Sebelum meninggalkan kendaraan, pemilik mobil dapat memperhatikan sejumlah hal sederhana, seperti apakah terdapat palang pintu masuk dan keluar, petugas parkir, identitas pengelola, serta CCTV.