Petugas pemadam kebakaran (Damkar) perlu menerapkan penanganan khusus ketika menghadapi kebakaran kendaraan listrik. Pasalnya, kendaraan listrik memiliki karakteristik berbeda dibandingkan mobil konvensional, terutama karena terdapat baterai bertegangan tinggi yang umumnya terpasang di bagian bawah kendaraan. Hal tersebut menjadi perhatian Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat yang menggelar latihan penanganan kebakaran kendaraan listrik, Senin (5/10/2026). Kebakaran BYD Seal di Tol Jakarta-Cikampek masih diselidiki. Polisi mengungkap detik-detik sebelum api melalap kendaraan. Sebanyak delapan personel mengikuti latihan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan petugas menghadapi potensi kebakaran kendaraan listrik di jalan. Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat Suheri mengatakan, jumlah pengguna kendaraan listrik di Jakarta terus bertambah. Kondisi tersebut membuat petugas perlu memiliki kemampuan khusus untuk menangani insiden yang melibatkan kendaraan listrik. “Sekarang ini pengguna mobil listrik sudah semakin banyak dan tidak tertutup kemungkinan mengalami kebakaran,” kata Suheri, dilansir dari laman resmi Pemprov DKI, Senin (5/10/2026). Baterai mobil listrik Toyota bZ4X. Fokus Pemadaman di Area Baterai Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat Syaiful Kahfi mengatakan, kendaraan listrik membutuhkan metode penanganan yang berbeda dari kendaraan berbahan bakar konvensional. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah lokasi baterai yang berada di bagian bawah kendaraan. Karena itu, petugas perlu mengarahkan penanganan ke area tersebut ketika melakukan pemadaman. “Dalam operasi pemadaman kendaraan listrik, petugas harus fokus penanganan di area bawah kendaraan tempat baterai terpasang,” ujar Syaiful. BYD Seal terbakar di China Dalam latihan tersebut, petugas mencoba menggunakan sejumlah peralatan untuk membantu proses pemadaman. Salah satunya adalah nozel bawah yang diarahkan ke area baterai dari bagian bawah kendaraan. Selain itu, petugas juga menguji penggunaan fire blanket atau selimut pemadam untuk membantu mengendalikan kebakaran kendaraan listrik. Pelatihan Dilakukan Bertahap Menurut Syaiful, pelatihan penanganan kebakaran kendaraan listrik tidak hanya dilakukan untuk sebagian personel. Latihan akan diberikan kepada seluruh anggota secara bertahap. Langkah tersebut dilakukan agar semakin banyak petugas memiliki pemahaman mengenai karakteristik kendaraan listrik dan prosedur penanganannya ketika terjadi kebakaran. Byd seal mengeluarkan asap “Kami coba pemadaman menggunakan nozel bawah dan fire blangket. Ini akan terus kami uji cobakan hingga sempurna dan melibatkan seluruh personel,” kata Syaiful. Berbeda dengan kendaraan konvensional yang mengandalkan bahan bakar seperti bensin atau solar, kendaraan listrik menggunakan baterai sebagai sumber energi. Kondisi tersebut membuat petugas perlu memahami karakteristik serta posisi komponen utama kendaraan sebelum melakukan penanganan.