Transformasi sektor transportasi tidak hanya menyentuh angkutan umum, tetapi juga berdampak langsung pada industri otomotif. Hal ini terlihat dari dorongan elektrifikasi kendaraan hingga pembatasan penggunaan kendaraan pribadi yang semakin digaungkan. Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) menjadi salah satu pihak yang aktif mendorong perubahan tersebut, termasuk di Indonesia. Direktur Asia Tenggara ITDP, Gonggomtua Sitanggang, mengatakan, pihaknya memiliki tiga fokus utama dalam mendorong transportasi berkelanjutan hingga 2030. “Kami ingin meningkatkan jumlah pengguna transportasi publik sebesar 50 persen, kemudian mendorong penjualan kendaraan listrik, khususnya bus dan roda dua, serta meningkatkan pembiayaan transportasi berkelanjutan,” ujar Gonggomtua, saat ditemui di Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026). Ia menjelaskan, saat ini porsi pendanaan untuk sektor transportasi berkelanjutan masih tergolong kecil, bahkan belum mencapai 10 persen dari total kebutuhan. Dampak ke Industri Otomotif Dorongan elektrifikasi yang dilakukan ITDP tidak hanya menyasar kendaraan pribadi, tetapi lebih difokuskan pada sektor transportasi massal dan kendaraan roda dua. Hal ini terlihat dari keterlibatan ITDP dalam penyusunan peta jalan elektrifikasi transportasi publik, termasuk mendampingi operasional bus listrik di berbagai kota. Berdasarkan data bus dan motor listrik yang dimiliki ITDP, tercatat saat ini ada 578 bus listrik yang sudah beroperasi. Sebanyak 470 unit di antaranya beroperasi di Jakarta, sementara sisanya tersebar di sejumlah kota seperti Semarang, Surabaya, Medan, Yogyakarta hingga Jambi. Salah satu contoh nyata adalah Transjakarta. ITDP mencatat biaya operasional bus listrik saat ini sudah sekitar 5 persen lebih rendah dibandingkan bus berbahan bakar diesel. Selain itu, ITDP juga mendorong pengembangan kendaraan listrik untuk sektor logistik perkotaan, yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap emisi. Motor parkir di pinggir jalan samping gedung perkantoran di Jalan Tali Raya, Jakarta, Senin (8/4/2013). Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berencana menggandeng Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), untuk melihat kemungkinan penerapan sistem donasi parkir yang diterapkan di Hungaria untuk mengatasi parkir liar. Donasi parkir menetapkan orang membayar parkir berdasarkan kebutuhan, bekerja sama dengan juru parkir dan menggunakan teknologi sistem Information Technology (IT). Pembatasan Kendaraan Pribadi Di sisi lain, ITDP juga menilai bahwa elektrifikasi saja tidak cukup untuk mengatasi masalah kemacetan di kota besar. Karena itu, kebijakan pengendalian kendaraan pribadi tetap menjadi bagian penting, seperti penerapan Electronic Road Pricing (ERP), kawasan rendah emisi, hingga manajemen parkir. Di sisi lain, jumlah kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2020 tercatat ada 115.023.039 unit sepeda motor, kemudian naik menjadi 120.042.298 unit pada 2021, dan terus meningkat hingga mencapai 139.450.013 unit pada 2024. Pendekatan ini secara tidak langsung akan memengaruhi industri otomotif, terutama dalam hal perubahan pola kepemilikan dan penggunaan kendaraan. Arah Transportasi ke Depan ITDP juga menilai integrasi transportasi publik menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Rekomendasi terkait integrasi tarif, infrastruktur, hingga kelembagaan bahkan telah masuk dalam Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (UU DKJ). Selain itu, pengembangan kendaraan listrik roda dua dan bus juga menjadi fokus utama, seiring target elektrifikasi transportasi publik di Indonesia yang semakin ambisius. Dengan berbagai langkah tersebut, transformasi transportasi diharapkan tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga membentuk ekosistem mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan. Bagi industri otomotif, perubahan ini menjadi sinyal kuat bahwa arah pengembangan kendaraan ke depan tidak hanya soal teknologi, tetapi juga menyesuaikan dengan kebijakan dan kebutuhan mobilitas perkotaan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang