Nissan tidak berhenti di satu produk untuk membuktikan potensi e-POWER. Teknologi ini justru dikembangkan lintas segmen untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna yang berbeda. Mulai dari mobilitas harian hingga perjalanan keluarga. Langkah awal dimulai dari Nissan Kicks e-POWER. SUV kompak ini jadi pintu masuk bagi konsumen urban yang butuh kendaraan lincah dan efisien. Akselerasi instan dari motor listrik membuatnya gesit di lalu lintas kota, sementara konsumsi bahan bakar tetap terjaga untuk penggunaan harian. Berikutnya, Nissan membawa e-POWER ke segmen keluarga lewat Serena e-POWER. Karakter MPV yang mengutamakan kenyamanan dipadukan dengan kabin yang lebih senyap dan performa halus. Efeknya terasa jelas, terutama saat perjalanan jauh yang menuntut kenyamanan maksimal. Evolusi teknologi ini berlanjut ke level yang lebih tinggi melalui X-Trail e-POWER with e-4ORCE. Di sini, Nissan menambahkan sistem penggerak all-wheel drive berbasis listrik yang meningkatkan kontrol dan stabilitas di berbagai kondisi jalan. Sistem e-4ORCE tidak hanya bicara soal traksi, tetapi juga bagaimana distribusi tenaga dan pengereman diatur lebih presisi. Hasilnya adalah pengalaman berkendara yang tetap halus, namun dengan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi. Menariknya, meski diterapkan di karakter kendaraan yang berbeda, benang merah e-POWER tetap sama. Yakni pengalaman berkendara yang halus, responsif, dan efisien. Inilah yang membuat teknologi ini fleksibel untuk berbagai kebutuhan. Dari Kicks, Serena, hingga X-Trail, Nissan secara konsisten membangun narasi bahwa elektrifikasi tidak harus seragam. Justru dengan pendekatan bertahap seperti ini, adopsi teknologi baru bisa terasa lebih natural bagi konsumen Indonesia.