Beijing Auto Show 2026 resmi digelar hari ini, Jumat (24/4/2026). Pameran otomotif terbesar di China ini kembali menjadi sorotan karena skala penyelenggaraan yang masif serta banyaknya merek global yang ikut serta. Jika di Indonesia dikenal ajang seperti GIIAS dan IIMS, maka Beijing Auto Show punya cakupan yang jauh lebih besar. Total area pameran mencapai 380.000 meter persegi, memanfaatkan tambahan venue di Capital International Exhibition Center yang terhubung dengan China International Exhibition Center (Shunyi). Dikutip dari Carnewschina, lebih dari 1.400 kendaraan dipamerkan dalam ajang ini. Tercatat ada 1.451 unit mobil, termasuk 181 debut global dan regional, serta 71 mobil konsep. Selain itu, lebih dari 200 konferensi pers dan puluhan forum industri juga digelar sepanjang pameran. Sirkuit BYD Tak hanya dari sisi jumlah kendaraan, partisipasi merek otomotif juga menjadi daya tarik utama. Sejumlah pabrikan besar asal China hingga global turut meramaikan ajang ini. Beberapa di antaranya bahkan sudah dikenal di Indonesia, seperti BYD, Changan Automobile, GAC Aion, Jetour, Chery, hingga Geely. Kehadiran merek-merek tersebut menunjukkan bahwa tren otomotif di China memiliki keterkaitan kuat dengan pasar Indonesia, terutama dalam hal kendaraan elektrifikasi. Selain pemain lama, beberapa merek baru juga ikut tampil dan menjadi perhatian. Nama-nama seperti Shangjie, Aistaland, dan Yijing hadir sebagai pendatang baru yang sebelumnya belum eksis di edisi terdahulu. Menariknya, sejumlah brand tersebut terafiliasi dengan Huawei. Melalui ekosistem Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA), Huawei kini semakin agresif masuk ke industri otomotif dengan menghadirkan teknologi sistem operasi hingga fitur berkendara pintar. Dari sisi tren, pameran tahun ini juga memperlihatkan dominasi SUV listrik berukuran besar. Segmen ini berkembang pesat secara global, dari sebelumnya hanya sekitar 20.000 unit per tahun menjadi lebih dari 100.000 unit. Pertumbuhan tersebut tidak lepas dari perubahan karakter konsumen di China yang kini cenderung melakukan upgrade kendaraan. SUV besar dinilai mampu memenuhi kebutuhan tersebut, sekaligus menjaga loyalitas pelanggan. Pameran ini dijadwalkan berlangsung hingga 3 Mei 2026 dan diperkirakan akan menarik ratusan ribu pengunjung. Dengan skala besar serta banyaknya merek yang terlibat, Beijing Auto Show 2026 bukan sekadar ajang pamer kendaraan, tetapi juga menjadi barometer arah perkembangan industri otomotif global, termasuk tren elektrifikasi yang kini semakin kuat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang