Pemerintah RI menargetkan rasio kendaraan listrik terhadap Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mencapai 17:1 pada 2027, dan meningkat menjadi 15:1 pada 2030. Target ini menjadi bagian dari strategi nasional mempercepat transisi menuju transportasi rendah emisi seraya mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah. Hal tersebut disampaikan Koordinator Standardisasi Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hanat Hamidi, dalam workshop bertajuk Standardization and Testing of EVSE: Accelerating Safe and Reliable E-Mobility in Indonesia. Salah satu pengguna kendaraan listrik asal Serang, Daniel, melakukan charging di SPKLU Pelabuhan Merak, Banten. “Kami telah menyusun rencana pengembangan SPKLU untuk lima tahun ke depan. Hingga 2027 diharapkan rasio kendaraan listrik terhadap SPKLU mencapai 17:1, dan menjadi 15:1 pada 2030,” jelas Hanat dikutip dari laman BRIN, Kamis (13/11/2025). Menurutnya, pengembangan jaringan SPKLU dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) menjadi kunci mempercepat adopsi kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia. “Standardisasi dan pengujian menjadi elemen penting agar infrastruktur pengisian daya di lapangan aman dan andal,” ujarnya. Workshop yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Pratama Graha Semesta (PGS) ini juga turut membahas penguatan standardisasi dan pengujian performa SPKLU. Kepala Kantor KST B.J. Habibie, Juprianto, menyebut pembahasan terkait menjadi langkah nyata menuju infrastruktur pengisian daya yang efisien dan berdaya saing. Pengemudi ojek daring mengganti baterai sepeda motor listrik dengan yang sudah penuh terisi di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di SPBU Pertamina, Jalan MT Haryono, Jakarta, Senin (28/3/2022). Pemerintah Indonesia menargetkan dua juta kendaraan listrik dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia pada 2025 sebagai salah satu upaya untuk menerapkan penggunaan energi terbarukan. Ketua Tim Laboratorium Energi BRIN, Khairil Amri, memperkenalkan fasilitas riset untuk pengujian energi baru terbarukan dan sistem penggerak rendah karbon. Sementara Peneliti Ahli Madya BRIN, Eka Rakhman Priandana, menilai pengujian SPKLU penting untuk mendeteksi potensi gangguan dalam proses pengisian kendaraan listrik. Kegiatan juga menampilkan demonstrasi sistem uji Electric Vehicle Supply Equipment (EVSE) oleh Quantel Chroma Group serta diskusi bersama pelaku industri dan komunitas kendaraan listrik. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.