Pabrikan otomotif asal China, Jaecoo, mulai mengarahkan fokusnya ke kendaraan elektrifikasi untuk pasar Indonesia. Langkah ini sejalan dengan tren global yang mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, mengatakan, perusahaan memiliki banyak pilihan produk dari induk usahanya, Chery Group. Namun, strategi yang diambil akan disesuaikan dengan kondisi pasar saat ini. “Chery Group adalah perusahaan yang sangat kuat. Kita memiliki banyak pilihan produk yang bisa kita pilih,” ujar Jim Ma, saat ditemui di Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2026). Menurut dia, salah satu faktor yang mendorong pergeseran strategi adalah kondisi global, termasuk isu harga bahan bakar minyak. “Tapi saya pikir saat ini semuanya mengalami masalah mengenai harga bahan bakar. Bukan hanya di negara kita, tapi di seluruh dunia. Jadi saya pikir kita fokus pada NEV,” kata dia. Test drive Jaecoo J8 SHS Ardis NEV (New Energy Vehicle) sendiri mencakup kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV), serta plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Jim Ma menegaskan, ke depan Jaecoo akan memprioritaskan kedua jenis teknologi tersebut untuk pasar Indonesia. “Di masa depan, apapun BEV atau PHEV, akan menjadi produk target kita di pasar Indonesia. Dan kalau saya sebutkan, BEV akan menjadi lebih penting daripada yang lain,” ujarnya. Saat ini, Jaecoo sudah memiliki sejumlah lini produk yang berpotensi masuk ke pasar Indonesia, mulai dari Jaecoo J5 EV, Jaecoo J8 SHS-P Ardis, Jaecoo J8 Ardis, hingga Jaecoo J7 SHS-P. Dengan strategi tersebut, Jaecoo menunjukkan keseriusannya untuk ikut bersaing di segmen kendaraan elektrifikasi yang semakin berkembang di Indonesia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang